Chapter 56 Suara telapak tangan dan pipi yang beradu menggema, membuat semua orang yang mendengarnya pun tersentak. Alvin yang berdiri tak jauh di belakang sang kakak hanya bisa memejamkan mata. Sementara William yang kini menjadi pelampiasan amarah sang ayah hanya bisa membisu. Tidak memungkiri bahwa apa yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan yang tak bisa dimaafkan begitu saja. “Kau masih berani menampakkan batang hidungmu di depanku?” desis Ryann Xu. “Apa kau tidak tahu betapa malunya diriku mendengar semua perbuatanmu di luar sana?!” Sang ayah kalap. Namun, William tidak peduli jika ayahnya menyiksanya sekalipun. Ia hanya ingin menapaki jalan yang ia yakini. Ia hanya ingin hidup sesuai dengan apa yang hatinya inginkan. Memilih pekerjaan dan juga menikahi wanita yang ia impikan. Se

