Hancur. Rencananya untuk menghabiskan waktu dengan Shasha hancur begitu saja setelah bocah bernama Ainar Yin datang. Semua agenda yang telah dijadwalkan oleh Fabian kini terbuang sia-sia. Faktanya, bocah itu seolah ingin mendominasi Shasha. Merebut semua perhatian Shasha darinya. Bahkan tidak ada satu menit pun tanpa terdengar rengekan manja sang bocah. Ingin rasanya Fabian menyeret bocah itu keluar dari rumahnya. Jika ia membiarkan bocah itu berada di tempat yang sama dengannya dan juga Shasha, ia khawatir keberadaannya lama-kelamaan akan dianggap sebagai makhluk astral. Kini, keadaannya begitu memprihatinkan. Setelah semalaman Fabian hanya memeluk bantal, paginya pun ia harus menikmati teh tanpa senyuman istrinya. Ulah siapa lagi kalau bukan Ainar Yin? Melihat bocah itu rasanya seperi m

