Beberapa hari ini tubuhnya terasa remuk. Tentu, bukan tanpa alasan. Terima kasih untuk Fabian yang selalu membuatnya begadang setiap saat. Hingga kini, kantung matanya pun terlihat sangat hitam dan pinggangnya seolah akan patah. Menenggak minuman di cangkirnya, Shasha pun merasakan damainya kehidupan sebelum kegilaan Fabian kembali menyerang. Apa lagi yang bisa ia lakukan jika pria itu mengganggunya? Menolak pun ia tidak bisa. Suaminya pasti akan langsung mengejarnya hingga ke ujung dunia sekalipun. Mendengarkan kicauan burung di pagi hari saat surya menyapa adalah satu-satunya kegiatan yang membuatnya meredakan stress. Ia berharap Fabian tidak kembali membuat-buat alasan agar bisa membolos bekerja lagi. Faktanya, Fabian hanya ingin bergulung-gulung dengannya dan bermanja-manja selama

