Kembali, Shasha dihadapkan dengan masalah yang sama, sumber masalah yang sama, dan juga pelarian yang sama. Bukan, bukan dirinya yang kini tertimpa musibah, tetapi sang sahabat. Menghela napas lelah, entah sudah berapa kali Shannon mengadu padanya tentang perjodohan yang direncanakan oleh sang ayah. Berkali-kali pula, ia menjadi tempat pelarian Shannon. Jika rumah itu adalah rumahnya sendiri layaknya rumahnya yang dulu, Shasha dengan senang hati menerima sang sahabat. Masalahnya, rumah itu adalah rumah Fabian. Bahkan tidak ada orang asing yang pernah menginjakkan kaki di villa tempatnya singgah. Shasha sampai heran bagaimana bisa Shannon mengetahui di mana letak villa Fabian yang sekarang ia tinggali. Baru saja, ia mendapat cerita lengkap dari masalah Shannon. Bukan hal yang asing jika Tu

