Chapter 34

1458 Kata

Tidak ada yang menyangka bahwa masa kecil Fabian akan dihabiskan dengan kekhawatiran akan kesehatan sang bocah. Melihat Fabian kecil jatuh sakit bukanlah hal yang langka. Bahkan, hampir setiap bulan dokter Keluarga Lin harus mengecek kondisi sang bocah yang semakin hari semakin sering jatuh sakit. Entah itu demam, batuk, flu, atau penyakit lain yang ringan tapi merepotkan. Menatap langit-langit, sedari tadi bocah itu mencoba untuk tertidur. Namun, matanya sama sekali tidak bisa bekerja sama dengan kemauan otaknya. Wajahnya bersemu merah karena demam yang sejak kemarin belum mereda. Bahkan dalam beberapa menit saja, kain untuk mengompres yang ada di dahinya harus diganti karena suhu kain itu sudah setara dengan suhu tubuh Fabian. Saat Fabian bangkit dan berusaha mengambil air minum, pin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN