Chapter 18

1743 Kata

Mungkin, bisa dibilang keberuntungan dalam hidupnya benar-benar di bawah batas normal. Menghela napas, Shasha hanya bisa memijat pangkal hidung sembari duduk di bawah pohon di depan universitasnya. Tangannya memegang sebuah surat yang berisi tentang keputusan resmi dirinya yang telah ditendang dari universitas. Bukan hal yang mengagetkan, menilik dari latar belakang Laura yang memang memiliki koneksi erat dengan orang-orang yang berpengaruh. Menendang satu orang yang menghalangi pandangannya hanyalah seperti membuang remahan roti basi yang sudah tidak bisa dimakan baginya. Menangis pun tidak ada guna. Ia lelah menangis, ia lelah meratapi nasibnya yang tak kunjung membuahkan kebahagiaan. Namun, Shasha tidak bisa menyerah begitu saja. Gadis itu hanya ingin istirahat, menjauh dari riuhnya d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN