“Tolong katakan kalau kau sedang bercanda.” Ya, mungkin saja Shasha sedang bercanda. Tidak mungkin gadis itu menikah dalam waktu yang begitu singkat. Tidak mungkin Shasha menikahi pria yang tidak ia kenali, walaupun itu Fabian Lin sekalipun. Semuanya terdengar sangat aneh dan tidak masuk akal. Alvin tahu bahwa pujaan hatinya bukan tipe gadis yang gila harta, semua kekayaan Fabian tidak akan mempan untuk membuat hati Shasha meleleh. Tapi mengapa? Mengapa semua pernyataan itu bisa keluar dari bibir seorang Shanaya Yin? Kini hati Alvin serasa dihantam kuat. Remuk, tak berbentuk. Mendengar Shasha menikahi pria lain bukanlah hal yang pernah ia bayangkan. Bukan hal yang sanggup ia pikirkan. Karena selama ini, dalam bayangan Alvin adalah dirinya yang menikahi Shasha. Bukan pria lain. Masih

