Lengkingan terdengar jelas sampai memekikkan telinga. Wanita itu memejamkan mata dan detak jantungnya hampir seirama dengan derap langkah kuda yang semakin cepat. Debu pasir beterbangan dan pandangan pun menjadi samar-samar. Elena tiba-tiba saja jatuh terhuyung dengan posisi bagian belakang terlebih dahulu menyentuh tanah. Namun, derap langkah kaki kuda tak terdengar lagi. Beberapa saat hampa. Hingga kuda meringkik dan mata Elena pun perlahan terbuka. Ia melihat seekor kuda putih yang memang berhenti tepat di hadapannya. Elena mengecek tubuhnya dan tentu saja tidak ada yang kurang atau terluka sedikit pun. Ia bisa bernapas lega. Detik berikutnya, Penunggang kuda pun turun. Sementara Elena masih terdiam kaku. Ia sampai terkejut saat melihat uluran tangan menghampiri wajahnya. Wanita itu

