“Oh, astaga! Kau mengagetkanku saja,” ucap Elena. Untungnya saat itu ia sudah selesai berganti pakaian. Raja Harry menyesal akan hal itu. Ia terlalu lama meninggalkan Elena dan kehilangan sebuah kesempatan besar. Ia menyesal. “Apakah aku kurang cepat?” tanya Sang Raja dengan polosnya. “Ti-tidak!” Elena mengulurkan kedua tangannya seperti melarang. Ia menahan agar Sang Raja tidak mendekat. “Kau tidak merindukanku?” Raja Harry malah menghujani tangan itu dengan kecupan dan perlahan berjalan menghampiri Elena yang mematung. Dengan cepat Sang Raja memeluknya. Menghujani tengkuknya dengan beberapa kecupan kerinduan. “A-aku ingin tidur, aku lelah ....” Elena mencoba menghindarinya. Tak kuasa menahan geli. Beberapa kali Elena menguap. Rasa kantuk datang setelah dirinya kehujanan. Ia benar-

