“Yang Mulia ... apa ada yang bisa kami bantu?” tanya seorang dayang yang ditugaskan untuk melayani Elena. Elena perlahan bangkit. Ia pun menatap kedua dayang itu. Berjalan terus, mendekatinya. Hingga mereka berdua pun berjalan mundur. “Perintah pertamaku adalah ... pergi kalian dari sini! Tinggalkan aku seorang!” teriak Elena. Wanita itu berteriak sambil menangis. Kepalan tangannya begitu kuat seolah menahan sesak di d**a. Suaranya meraung-raung seperti seekor singa yang bangun dari tidurnya. Suara tersebut mampu membuat kedua dayangnya pergi dari kamar. Mereka pergi dan berdiri di luar dengan detak jantung yang cepat, ketakutan. “Aku tidak memerlukan mereka. Kenapa? Kenapa Ibu Suri harus memisahkanku dengan Baginda? Apakah dia benar-benar membenciku?” pikir Elena. Tubuhnya luruh di l

