Senyum Manis Sang Permaisuri

1372 Kata

Seseorang itu berlari dengan cepat. Ia meminta penjaga pintu untuk mengumumkan kedatangannya. Penjaga pintu awalnya menolak karena takut jika teriakannya akan mengganggu ketenangan tuannya di pagi hari. Namun, pria itu terus mendesaknya dan penjaga pintu pun tak mempunyai pilihan lain. Ia lalu berteriak sesuai perintah pria tadi. Sementara seseorang yang berada di dalam masih dalam posisi berbaring. Akan tetapi, teriakan penjaga itu pun mampu membuat matanya terbelalak seketika. Ia lantas beringsut dan berjalan ke arah pintu dengan sempoyongan. Memegang gagangnya dan membuka daun pintu dengan cepat. “Berani-beraninya kalian mengganggu tidurku! Apa kalian sudah bosan hidup?” teriaknya. Pria tadi segera berlutut dan diikuti oleh kedua penjaga pintu tersebut. “Ampun, Yang Mulia Permaisuri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN