Padang rumput sudah tampak di depan. Elena seolah tak bisa bergerak karena jika ia sampai menoleh sedikit saja, wajahnya pasti akan sangat dekat dengan wajah Pangeran Hermes. “Di mana kita akan turun?” tanya wanita itu ragu-ragu. “Di depan. Apa kau bisa melihat sebuah pohon besar di sana?” tanya Sang Pangeran. Sebuah pohon besar yang daunnya rindang terlihat sangat menyeramkan. Elena bergidik. Dengan cepat matanya berputar dan melihat sebuah pohon yang ukurannya agak kecil, setidaknya ia pikir Sang Pangeran bisa mengikat tali kuda di sana. “Bagaimana jika kita berhenti di sana? Ya, di sana saja!” saran Elena. Ia menunjuk pohon kecil yang baru saja dilihatnya. Tak banyak pohon di sana. Yang terlihat hannyalah lahan kosong dengan rumput hijau yang menyegarkan. Rumput dengan sedikit bung

