Mata Sang Pangeran masih berkeliaran. Hingga ia pun melihat ujung sehelai kain yang menjuntai di air yang mengalir. Kain itu tampak berada di balik sebuah batu besar. Dahi Sang Pangeran berkerut dengan rasa penasarannya. Apalagi ia ingat jika Elena pun tadi memakai pakaian berwarna putih. Dengan cepat dirinya menghampiri batu tersebut. Kakinya terasa berat karena harus melawan derasnya air sungai. Untuk mempertahankan keseimbangannya, ia lantas berpegangan pada berbatuan di sana. Hal tersebut bisa mempercepat pergerakannya. “Elena pasti berada di balik batu ini. Wanita itu harus mendapat hukuman karena telah membuatku cemas,” batin Sang Pangeran. Perlahan dengan hati-hati, dirinya naik ke atas permukaan. Naik ke atas batu di sebelah batu besar itu. Ia berniat untuk mengagetkan Elena. Na

