“Habislah riwayatmu, Elena!” batin Permaisuri Diandra. Ia melipat tangan di d**a dengan senyum licik yang masih terukir di bibirnya. Suasana berubah menjadi menegangkan. Tampak Elena pun seolah sudah siap untuk dimaki dan dihina. Ia yang sudah tahu karakter dari Ibu Suri pun, hanya bisa terdiam. Padahal seharusnya ia tak melakukan hal itu. Hal yang justru malah membuat jarak antara dirinya dengan Ibu Suri semakin jauh. Elena menyesal akan hal tersebut. “Dari mana kalian?!” tanya Ibu Suri dengan matanya yang melotot. “Ka-kami ....” Elena berusaha menjawab dengan terbata-bata. “Kami hanya pergi berkuda,” sela Pangeran Hermes dengan cepat sesaat setelah melihat Elena yang gugup. Pangeran Hermes tampak santai. Ia seolah tak melakukan sesuatu yang salah saat itu. Dirinya kemudian menyuruh

