“Tolong hentikan! Tolong ... hentikan mereka, jangan sakiti dia lagi ...!” Raja Harry memegang kuat pakaiannya, tepat di dadanya. Ia tak kuasa mendengar suara kesakitan yang dialami oleh seseorang yang dicintainya. Darrol pun tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya mengelus punggung pria itu, mencoba menenangkan. Cambukkan dilakukan dengan cepat dan tanpa ampun. Di dalam kesakitan itu, Elena berpikir. Ia memang telah melakukan hal bodoh. Memang ia menyesal, tapi semua ia lakukan hanya semata-mata untuk menebus dosanya. Menebus nyawa seekor burung yang mati karenanya. Hukum yang berlaku tentunya harus ditegakkan. “Aku pantas mendapatkan ini ...,” batin Elena. Keringat dan air mata sudah bercampur jadi satu. Rasa malu dan amarah bercampur aduk di sana. Malu pada Raja Harry dan terutama pada I

