Arya berjalan menuju tangga untuk turun ke
lantai 1 menuju ke dapur bersih untuk mengambil
minum. " hmmmmm " arya memicingkan
matanya untuk melihat suara siapa itu karena
tadi dia tidak melihat siapa siapa .
" mamah ngagetin aja " tanya arya ketika melihat
mamahnya sedang menyiapkan makanan di meja
makan .
" Mas tolong kamu panggilin clara ya surun turun
buat makan " pinta mamah indah tanpa menjawab
pertanyaan arya tadi. Tanpa menjawab ibunya
dia bergegas menuju lantai atas ke kamar
yang mereka tempati.
" ra kamu uda selesai belum ayo kita makan dulu"
tanya arya setelah pintu di buka
" iya " jawab clara dengan sedikit cuek
lalu berjalan keluar kamar menuju ke ruang meja
makan dan ternyata di meja makan sudah ada
mamah indah dan papah dimas .
" ayo ra kita makan malam dulu, gimana tadi
perjalanannya lancar kan arya gak jail kan
sama kamu selama papah tinggal disana " tanya
papah dimas sedangkan mamah indah
mengambilkan nasi sayuran dan juga lauk
pauknya .
" hmm iya pa .... pah lancar kok mas arya juga
baik sama clara " ucap clara
" ya kali situ yang juteknya gak ketulungan
sama aku " gumam arya dengan nada yang
pelan tapi masih kedengeran di telinga clara
" ngomong apa barusan gak usah bisik bisik
juga kali " ucap clara dengan nada kesal
" iya emang bener kan kamu itu jutek banget"
sahut arya tak mau mengalah .
mamah dan papahnya yang mendengar
perdebatan mereka cuma bisa menggelengkan
kepala dan saling pandang
" sudah sudah jangan berantem ini lagi di
meja makan loh kamu juga mas masa sama
istri gak mau ngalah juga " ucap mamah
" tuh dengerin mamah ngomong apa " jawab
clara sambil tersenyum senang karena di bela
sama mamah mertua .
" ye mentang mentang ada yang belain " ucap
arya sambil tersenyum tipis tapi tak terlihat
kalau tidak di perhatikan dengan seksama.
" sudah sudah kalian itu suami istri tapi kok
masih ribut aja , ya walaupun kalian nikahnya
karena suatu hal jangan jadikan itu sebuah
alasan belajarlah untuk saling menerima satu
sama lain " ucap papah dimas .
" iya tu dengerin papah ngomong apa demi
kenyamanan kalian , oh iya sayang kapan kamu
mulai masuk kuliah " tanya mamah .
" hmmm minggu depan mah aku udah mulai
masuk kelas "
" kamu kuliah universitas mana "
" yeeee mau tau aja ..." clara terdiam lalu
matanya melihat mamah sama papahnya
arya jadi salting sendiri
" eech itu mas emmmm di universitas a mah pah"
tapi masuknya masih 2 minggu lagi dari
sekarang pah "
" oo... di situ ya sama donk ternyata sama arya
dia juga kuliah di situ , tapi sambil kerja juga "
" iya jadi jangan khawatir masalah finansial
kalau ada apa apa bilang sama suami , mamah
sama papah ya kamu jangan khawatir kami
akan selalu ada buat kamu " ujar mamah .
" iya mah " jawab clara sambil mengambilkan
makanan ke piring sang suami . Meskipun dia
belum sepenuh hati menerima arya sebagai
suami tapi clara tetap menjalankan perannya
menjadi seorang istri tapi belum menjadi istri
sepenuhnya karena dia belum bisa menyerahkan
dirinya untuk suaminya karena ini semua terlalu
cepat baginya . Mereka makan dalam keadaan
hening karena di keluarga arya tidak
mencontohkan makan sambil berbicara selain
itu mereka terbiasa makan dalam keadaan
hening itu suadah menjadi ciri khas keluarga arya
" mah , pah aku sudah selesai aku ke kamar dulu"
" assalamu alaikum " terdengar dari pintu utama
seorang mengucapkan salam arya langsung
menuju ke pintu .
" waalaikum salam " jawab arya sambil membuka
pintu . ceklek suara pintu di buka dari dalam
sambil menyunggingkan sedikit senyumnya
kala melihat siapa yang datang setelah bertahun
tahun tak lagi bersua .
" abang ... " panggil arya dengan nada yang
sedikit keras dan langsung memeluk kakaknya
ya kakaknya memang sudah lama tidak pernah
berkunjung ke indonesia itu lantaran dia masih
harus menyelesaikan pendidikannya di amerika.
. " ini beneran loe bang , loe apa kabar ayo masuk
di luar dingin" ajak arya.
" ech tunggu denger denger loe udah nikah kata
papah karena ada insiden itu beneran tuh " jiwa
kepo kakaknya meronta ronta dia yang selalu
ingin tau keadaan adik satu satunya selalu
tinggi maka dari itu dia selalu menanyakan ke
orang tuanya yah you now lah sesayang itu
dia sama adik satu satunya yang selalu bikin
dia badmood dulu. tapi meski begitu dia amat
menyayanginya.
" iya bener bang, tapi ya gitulah "
" loe kenapa dek crita donk sama gue ya siapa
tau aja gue bisa bantu masalah loe"
" udah nanti aja bang critanya, mah pah abang
sudah pulang nih " ucap arya sambil berjalan
masuk menuju ke ruang meja makan
" ech abang udah pulang yuk ikutan makan dulu
sama papah mamah oh iya ini kenalin clara
dia itu istrinya arya " ujar mamah indah .
" iya steve papah kan sudah pernah cerita sama
kamu mengenai itu" sambung papah dimas.
" iya pah wah sudah lama nih aku gak makan
masakan mamah jadi kangen nih " ucap steve
sambil duduk di meja makan.
" ya sudah kamu makan dulu abis itu istirahat
kamarmu sudah di bersihkan si mbok deh
kayaknya " sahut mamah.
Setelah semua selesai makan pak dimas duduk
di ruang keluarga sedangkan steve sudah dari
tadi masuk ke kamar. Clara yang memang
notabenya memang tak bisa diam memilih untuk
membantu bibik membereskan meja makan
" sudah non biar bibik saja yang bereskan non
clara mending istirahat saja di kamar" ucap
bibik tidak enak kalau menantu majikannya
membantu pekerjaannya .
" iya bik lagian ini juga sudah selesai kok sudah
saya cuci juga bibik bantu keringkan saja ya
habis itu bibik istirahat saja pasti capek banget
ya , saya permisi dulu bi " ucap clara dengan
sopan dan berlalu dari dapur menuju kamarnya
rasanya begitu lelah dia ingin mengistirahatkan
tubuhnya. Ceklek bunyi aku membuka pintu
kamar aku mengedarkan pandanganku ke
penjuru ruangan kamar itu tak terlihat batang
hidung suamiku yang belum aku terima bisa di
bilang aku begitu membencinya karena dialah
aku harus kehilangan orang yang paling aku
sayang tapi berjalannya waktu entah kenapa
rasa benci itu menguap begitu saja tetapi tetap
saja hati ini belum bisa menerima sepenuh hati.
"ach .... lebih baik aku membersihkan diri dulu
biar agak segeran habis itu beresin baju baju
yang di koper" batin clara sambil membuka
pintu kamar mandi sambil mengambil handuk
yang sudah tersedia di dekat kamar mandi.
Sedangkan di kamar steve, arya sedang
menceritakan waktu dia kecelakaan sampai
awal terjadinya pernikahannya dengan clara.
steve hanya mendengarkan tanpa memotong
sedikitpun cerita arya sampai dia tidak bisa
menahan tawanya waktu arya cerita tentang
clara . " dek dengerin abang kamu harus
perjuangin clara luluhkan hatinya dia wanita
yang baik jangan pernah kamu sakiti dia lagi
dia sudah tidak memiliki siapa siapa lagi cuma
kita yang dia punya " ucap steve setelah
mendengarkan cerita arya . " iya bang, emmm
bang aku ke kamar dulu ya" ucap arya sambil
berjalan ke arah kamarnya bersama clara.
Diapun bergegas untuk membuka kamarnya
tapi kenapa mau masuk saja jantungnya
berdegub kencang seakan akan sedang main
disko setelah mengumpulkan keberanian aku
masuk dengan perasaan ragu sayup sayup ku
dengar suara air keran dari kamar mandi.
" oohhh..... lagi mandi kayanya syukur dech"
"lebih baik aku bantu clara masukin baju ke
lemari" batin arya tiba tiba pintu kamar mandi
terbuka munculah clara dari balik pintu dengan
pakaian lengkap celana selutut dan kaos yang
agak kebesaran hanya rambutnya yang agak
basah. " wah kenapa dia cantik banget " tanya
arya dari dalam hati.
" kamu lagi ngapain mas" hardik clara ketika
melihat tanganku memegang baju bajunya
" ya aku mau bantu kamu beresin baju dalam
koper koper itu " jawab arya dengan nada agak
lembut. " gak usah ..... gak usah pegang baju
aku mas meskipun kamu suami aku , aku belum
bisa menerima kamu cam kan itu " hardik clara
dengan nada kesal sama suaminya dan berlalu
dari hadapannya sambil membawa koper
miliknya ke walk in closet. Bayangkan saja clara
sangat malu karena di dalam kopernya ada
pakaian dalamnya mengingat itu dia sangat
malu sekali. Tetapi untung dia menaruhnya di
kantong kecil yang ada di dalam tasnya.
setelah selesai semua dia ingin istirahat
sebentar, di kursi panjang yang ada di situ
sofanya menghadap ke jendela besar yang
menuju ke kolam renang yang ada di bawah.
Tidak membutuhkan waktu lama akupun tertidur