eps 4

1405 Kata
Arya berjalan menuju tangga untuk turun ke lantai 1 menuju ke dapur bersih untuk mengambil minum. " hmmmmm " arya memicingkan matanya untuk melihat suara siapa itu karena tadi dia tidak melihat siapa siapa . " mamah ngagetin aja " tanya arya ketika melihat mamahnya sedang menyiapkan makanan di meja makan . " Mas tolong kamu panggilin clara ya surun turun buat makan " pinta mamah indah tanpa menjawab pertanyaan arya tadi. Tanpa menjawab ibunya dia bergegas menuju lantai atas ke kamar yang mereka tempati. " ra kamu uda selesai belum ayo kita makan dulu" tanya arya setelah pintu di buka " iya " jawab clara dengan sedikit cuek lalu berjalan keluar kamar menuju ke ruang meja makan dan ternyata di meja makan sudah ada mamah indah dan papah dimas . " ayo ra kita makan malam dulu, gimana tadi perjalanannya lancar kan arya gak jail kan sama kamu selama papah tinggal disana " tanya papah dimas sedangkan mamah indah mengambilkan nasi sayuran dan juga lauk pauknya . " hmm iya pa .... pah lancar kok mas arya juga baik sama clara " ucap clara " ya kali situ yang juteknya gak ketulungan sama aku " gumam arya dengan nada yang pelan tapi masih kedengeran di telinga clara " ngomong apa barusan gak usah bisik bisik juga kali " ucap clara dengan nada kesal " iya emang bener kan kamu itu jutek banget" sahut arya tak mau mengalah . mamah dan papahnya yang mendengar perdebatan mereka cuma bisa menggelengkan kepala dan saling pandang " sudah sudah jangan berantem ini lagi di meja makan loh kamu juga mas masa sama istri gak mau ngalah juga " ucap mamah " tuh dengerin mamah ngomong apa " jawab clara sambil tersenyum senang karena di bela sama mamah mertua . " ye mentang mentang ada yang belain " ucap arya sambil tersenyum tipis tapi tak terlihat kalau tidak di perhatikan dengan seksama. " sudah sudah kalian itu suami istri tapi kok masih ribut aja , ya walaupun kalian nikahnya karena suatu hal jangan jadikan itu sebuah alasan belajarlah untuk saling menerima satu sama lain " ucap papah dimas . " iya tu dengerin papah ngomong apa demi kenyamanan kalian , oh iya sayang kapan kamu mulai masuk kuliah " tanya mamah . " hmmm minggu depan mah aku udah mulai masuk kelas " " kamu kuliah universitas mana " " yeeee mau tau aja ..." clara terdiam lalu matanya melihat mamah sama papahnya arya jadi salting sendiri " eech itu mas emmmm di universitas a mah pah" tapi masuknya masih 2 minggu lagi dari sekarang pah " " oo... di situ ya sama donk ternyata sama arya dia juga kuliah di situ , tapi sambil kerja juga " " iya jadi jangan khawatir masalah finansial kalau ada apa apa bilang sama suami , mamah sama papah ya kamu jangan khawatir kami akan selalu ada buat kamu " ujar mamah . " iya mah " jawab clara sambil mengambilkan makanan ke piring sang suami . Meskipun dia belum sepenuh hati menerima arya sebagai suami tapi clara tetap menjalankan perannya menjadi seorang istri tapi belum menjadi istri sepenuhnya karena dia belum bisa menyerahkan dirinya untuk suaminya karena ini semua terlalu cepat baginya . Mereka makan dalam keadaan hening karena di keluarga arya tidak mencontohkan makan sambil berbicara selain itu mereka terbiasa makan dalam keadaan hening itu suadah menjadi ciri khas keluarga arya " mah , pah aku sudah selesai aku ke kamar dulu" " assalamu alaikum " terdengar dari pintu utama seorang mengucapkan salam arya langsung menuju ke pintu . " waalaikum salam " jawab arya sambil membuka pintu . ceklek suara pintu di buka dari dalam sambil menyunggingkan sedikit senyumnya kala melihat siapa yang datang setelah bertahun tahun tak lagi bersua . " abang ... " panggil arya dengan nada yang sedikit keras dan langsung memeluk kakaknya ya kakaknya memang sudah lama tidak pernah berkunjung ke indonesia itu lantaran dia masih harus menyelesaikan pendidikannya di amerika. . " ini beneran loe bang , loe apa kabar ayo masuk di luar dingin" ajak arya. " ech tunggu denger denger loe udah nikah kata papah karena ada insiden itu beneran tuh " jiwa kepo kakaknya meronta ronta dia yang selalu ingin tau keadaan adik satu satunya selalu tinggi maka dari itu dia selalu menanyakan ke orang tuanya yah you now lah sesayang itu dia sama adik satu satunya yang selalu bikin dia badmood dulu. tapi meski begitu dia amat menyayanginya. " iya bener bang, tapi ya gitulah " " loe kenapa dek crita donk sama gue ya siapa tau aja gue bisa bantu masalah loe" " udah nanti aja bang critanya, mah pah abang sudah pulang nih " ucap arya sambil berjalan masuk menuju ke ruang meja makan " ech abang udah pulang yuk ikutan makan dulu sama papah mamah oh iya ini kenalin clara dia itu istrinya arya " ujar mamah indah . " iya steve papah kan sudah pernah cerita sama kamu mengenai itu" sambung papah dimas. " iya pah wah sudah lama nih aku gak makan masakan mamah jadi kangen nih " ucap steve sambil duduk di meja makan. " ya sudah kamu makan dulu abis itu istirahat kamarmu sudah di bersihkan si mbok deh kayaknya " sahut mamah. Setelah semua selesai makan pak dimas duduk di ruang keluarga sedangkan steve sudah dari tadi masuk ke kamar. Clara yang memang notabenya memang tak bisa diam memilih untuk membantu bibik membereskan meja makan " sudah non biar bibik saja yang bereskan non clara mending istirahat saja di kamar" ucap bibik tidak enak kalau menantu majikannya membantu pekerjaannya . " iya bik lagian ini juga sudah selesai kok sudah saya cuci juga bibik bantu keringkan saja ya habis itu bibik istirahat saja pasti capek banget ya , saya permisi dulu bi " ucap clara dengan sopan dan berlalu dari dapur menuju kamarnya rasanya begitu lelah dia ingin mengistirahatkan tubuhnya. Ceklek bunyi aku membuka pintu kamar aku mengedarkan pandanganku ke penjuru ruangan kamar itu tak terlihat batang hidung suamiku yang belum aku terima bisa di bilang aku begitu membencinya karena dialah aku harus kehilangan orang yang paling aku sayang tapi berjalannya waktu entah kenapa rasa benci itu menguap begitu saja tetapi tetap saja hati ini belum bisa menerima sepenuh hati. "ach .... lebih baik aku membersihkan diri dulu biar agak segeran habis itu beresin baju baju yang di koper" batin clara sambil membuka pintu kamar mandi sambil mengambil handuk yang sudah tersedia di dekat kamar mandi. Sedangkan di kamar steve, arya sedang menceritakan waktu dia kecelakaan sampai awal terjadinya pernikahannya dengan clara. steve hanya mendengarkan tanpa memotong sedikitpun cerita arya sampai dia tidak bisa menahan tawanya waktu arya cerita tentang clara . " dek dengerin abang kamu harus perjuangin clara luluhkan hatinya dia wanita yang baik jangan pernah kamu sakiti dia lagi dia sudah tidak memiliki siapa siapa lagi cuma kita yang dia punya " ucap steve setelah mendengarkan cerita arya . " iya bang, emmm bang aku ke kamar dulu ya" ucap arya sambil berjalan ke arah kamarnya bersama clara. Diapun bergegas untuk membuka kamarnya tapi kenapa mau masuk saja jantungnya berdegub kencang seakan akan sedang main disko setelah mengumpulkan keberanian aku masuk dengan perasaan ragu sayup sayup ku dengar suara air keran dari kamar mandi. " oohhh..... lagi mandi kayanya syukur dech" "lebih baik aku bantu clara masukin baju ke lemari" batin arya tiba tiba pintu kamar mandi terbuka munculah clara dari balik pintu dengan pakaian lengkap celana selutut dan kaos yang agak kebesaran hanya rambutnya yang agak basah. " wah kenapa dia cantik banget " tanya arya dari dalam hati. " kamu lagi ngapain mas" hardik clara ketika melihat tanganku memegang baju bajunya " ya aku mau bantu kamu beresin baju dalam koper koper itu " jawab arya dengan nada agak lembut. " gak usah ..... gak usah pegang baju aku mas meskipun kamu suami aku , aku belum bisa menerima kamu cam kan itu " hardik clara dengan nada kesal sama suaminya dan berlalu dari hadapannya sambil membawa koper miliknya ke walk in closet. Bayangkan saja clara sangat malu karena di dalam kopernya ada pakaian dalamnya mengingat itu dia sangat malu sekali. Tetapi untung dia menaruhnya di kantong kecil yang ada di dalam tasnya. setelah selesai semua dia ingin istirahat sebentar, di kursi panjang yang ada di situ sofanya menghadap ke jendela besar yang menuju ke kolam renang yang ada di bawah. Tidak membutuhkan waktu lama akupun tertidur
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN