eps 3

1241 Kata
Penyesalan memang selalu datang terlambat tapi meratapinya juga bukan solusinya. Jika dia di tanya juga gak mau ada kejadian seperti ini , tapi takdir berkata lain. clara hanya melamun disaat arya mengajaknya berbicara. " ra kamu dengerkan aku ngomong" sambil mengayunkan tangannya di depan wajah clara . " eh ii iya kenapa sih " tanya clara dengan nada sewot. " kamu lagi mikirin apa sih " " enggak kok, kenapa kok kamu jadi kepo " sahut clara . " enggak kirain lagi mikirin suamimu yang ganteng ini" " apaan sih gak jelas banget " ucap clara dengan sedikit kesal. " apa kamu masih benci sama aku karena akulah penyebab kedua orang tuamu meninggal" " aku lagi gak mood buat bahas itu dulu " ucap clara sambil pergi meninggalkan meja makan dan masuk kedalam kamarnya. " ayah ibu apa clara bisa ikhlas dengan semua ini" rintih clara . Sebenarnya clara sudah lebih tenang dan mau belajar menerima ini semua tapi ketika dekat dengan arya dia menjadi jutek ya mungkin saja clara masih butuh waktu. Keesokan harinya " euuugh " clara membuka mata dan bola matanya langsung memicing kearah jam di dinding kamarnya dengan mata melotot " Omg kok aku kesiangan lagi sih kenapa ibu gak bangunin aku " cerocos clara Tiba tiba clara terdiam dan terisak dia baru ingat kalau mereka sudah tiada . " kenapa aku belum bisa tanpa kalian , tidak tidak aku pasti bisa aku tak mau kalian sedih melihatku seperti ini " Untuk membuat keadaannya lebih baik clara memutuskan untuk segera mandi . Setelah semua selesai dia keluar kamar dan pertama yang dia lihat adalah arya suaminya sedang memasak di dapur. " pagi ra ini sudah aku buatkan sarapan cepat habiskan sarapanmu dan hari ini juga kita ke jakarta nanti kita kebandara sekitar jam 11" " hmm tapi kan aku belum siap siap gimana sih kamu " dengan nada juteknya . " ra terserah kamu kalau masih marah sama aku tapi seengaknya hargai aku sebagai suamimu aku juga sudah berkali kali minta maaf sama kamu aku kalau bisa milih aku gak mau semua kejadian itu tapi apa aku tidak bisa menghindar dari takdir " ucap arya dengan nada sedikit tinggi. clara langsung berlari ke kamar dan menenangkan pikirannya. Setelah keadaan agak tenang dia membereskan barang barangnya biar bagaimanapun seorang wanita yang sudah menikah harus ikut kemanapun suaminya pergi meskipun belum ada cinta di antara mereka . Setelah semua selesai dia bergegas ke dapur untuk mengambil minuman dan melihat arya masih duduk di meja makan. " mm kita jadi ke jakarta hari ini " tanya clara " hhmmm aku udah pesen tiketnya bentar lagi kita berangkat bersiaplah dulu" ucap arya sambil berlalu dari hadapan clara. " apa sikap ku selama ini keterlaluan ya sama mas arya" batin clara . Waktu yang di tunggu tunggu akhirnya datang juga dimana aku harus meninggalkan rumah kedua orang tuaku begitu berat kaki melangkah karena banyak sekali terukir kenangan indah di sini yang sudah kusimpan di dalam hati. Sekitar 1 jam kami dalam perjalanan ke jakarta dalam perjalanan yang ada hanya hening saja tak ada yang membuka pembicaraan mungkin dia masih marah , waktu bèrlalu begitu saja. Taxi yang kami naiki berhenti di depan salah satu perumahan elite dengan desain yang simple tapi terkesan mewah dan elegan di depan rumah terdapat taman yang asri semakin menambah keindahananya. " assalamualaikum wr.wb pak usman" sapa mas arya di sertai senyum yang menawan baru pertama kali ini aku melihatnya . " waalaikum salam eh aden baru pulang, loh ini siapa den arya " tanya pak usman setelah melihatku datang bersama arya. " oh kenalin ini clara istriku, clara ini pak usman satpam di rumah ini" ucap arya. " ya udah kami permisi dulu ya pak " " iya den , untuk barang barangnya biar saya aja yang bawa den " ucap pak usman . arya hanya menganggukan kepala dan berlalu begitu saja dari hadapan pak usman sambil menggandeng tangan clara. Untuk menuju ke pintu utama kami melewati taman yang begitu indah dan terawat. Mas arya langsung menekan bell rumah ... ceklek.... " eh aden sudah pulang silahkan masuk pak man barang barang nya biar saya aja yang bawa kamu balik aja jaga di depan" "baiklah bi" jawab pak usman arya mengajak clara masuk dan diikuti bibi ratna di belakang clara sambil membawa barang barang bawaan mereka berdua. "bi mamah mana" tanya arya " mamah di sini sayang maaf ya clara sayang tadi belum sempet buat nyambut kalian datang" " iya mah gak apa apa kok " " yaudah kalian langsung ke kamar aja ya istirahat dulu pasti capek banget " " eh ii ya mah , permisi " arya langsung menaiki tangga dan masuk ke kamar nomer 2 yang ada di lantai atas " mah maamah " teriak arya dengan sangat kencang pasalnya waktu buka pintu kamarnya kamarnya sudah disulap meja yang biasa arya gunakan untuk kerja sama ngerjain tugas kuliah berubah jadi meja rias dan semuanya juga sudah dirubah sesuai dengan kesukaan mamahnya.5 " kamu kenapa sih mas dari tadi teriak teriak mulu , anak mantu mamah gak kenapa kenapa kan" ucap mama indah agak jengkel ketika sudah sampai di pintu masuk kamar arya dengan nafas yang masih memburu karena sedikit berlari takut terjadi apa apa sama anak mantunya. " ini kenapa kamar arya jadi kaya gini sih mah" " iya kan kamu sudah menikah mas jadi ya harus ada perubahan donk kasian istri kamu mau bersolek saja gak ada kaca , iya kan ra" jawab mamah indah dengan agak sewot. " ya udah arya mau mandi dulu panas banget" jawab arya kalau mamahnya sudah kaya gitu gak ada gunanya komplain yang ada mamahnya bakal ngambek 7 hari 7 malam dan susah buat ngebujuknya. mah mamah udah masak apa arya laper banget nih" tanya arya " ya udah mamah siapin makanannya dulu" " iya mah " jawab arya sambil membuka pintu kamar mandinya. " mah biar clara bantu ya " pinta clara. " gak usah sayang kamu pasti kan capek biar mamah saja kamu istirahat saja " ucap mamah indah sambil menutup pintu kamar. Dan kini tinggalah clara sendirian di kamar terdengarlah suara air dalam kamar mandi clara mengambil koper arka dan menyiapkan baju arka setelah itu dia membuka koper miliknya sambil menunggu arka selesai dia menata baju ke dalam lemarinya. Dan terdengarlah suara pintu kamar mandi di buka perlahan arka keluar dari kamar mandi dengan mengunakan bathdrobe " ra kamu mandi aja dulu itu di beresin ntar aja" " iya mas" ucap clara 'mmmm aku bawa baju ganti aja ke kamar mandi biar lebih cepat lagian malu kalau di kamar kan ada mas arya ' batin clara sambil membuka pintu kamar mandi . Ketika arya mau mengambil pakaiannya teryata di tempat tidur sudah tersedia baju ganti yang sudah di siapkan oleh clara. arya sedikit menyunggingkan senyum kala teringat wajah clara... " hmmmm ada apa denganku apa aku sudah menyukai gadis itu " batin arya " ah sudahlah lebih baik aku ganti baju saja" Selesai berganti baju di ruang ganti arya berjalan ke tempat tidur sambil memainkan ponsel tak berapa lama kemudian pintu kamar mandi clara keluar dengan sudah berpakaian lengkap hanya rambutnya yang masih memakai handuk dia belum menyadari jika arya masih di dalam kamar mereka . " ra kamu siap siap dulu habis ini kita makan siang bersama aku tunggu di meja makan " Tanpa menjawab pertanyaan sang suami clara menuju meja riasnya untuk mengeringkan rambutnya melihat hal itu arya langsung keluar kamarnya .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN