Penyesalan memang selalu datang terlambat
tapi meratapinya juga bukan solusinya.
Jika dia di tanya juga gak mau ada kejadian
seperti ini , tapi takdir berkata lain.
clara hanya melamun disaat arya mengajaknya
berbicara. " ra kamu dengerkan aku ngomong"
sambil mengayunkan tangannya di depan
wajah clara . " eh ii iya kenapa sih " tanya clara
dengan nada sewot.
" kamu lagi mikirin apa sih "
" enggak kok, kenapa kok kamu jadi kepo "
sahut clara . " enggak kirain lagi mikirin
suamimu yang ganteng ini"
" apaan sih gak jelas banget " ucap clara dengan
sedikit kesal.
" apa kamu masih benci sama aku karena akulah
penyebab kedua orang tuamu meninggal"
" aku lagi gak mood buat bahas itu dulu "
ucap clara sambil pergi meninggalkan meja
makan dan masuk kedalam kamarnya.
" ayah ibu apa clara bisa ikhlas dengan semua
ini" rintih clara .
Sebenarnya clara sudah lebih tenang dan mau
belajar menerima ini semua tapi ketika dekat
dengan arya dia menjadi jutek ya mungkin saja
clara masih butuh waktu.
Keesokan harinya " euuugh " clara membuka
mata dan bola matanya langsung memicing
kearah jam di dinding kamarnya dengan mata
melotot " Omg kok aku kesiangan lagi sih
kenapa ibu gak bangunin aku " cerocos clara
Tiba tiba clara terdiam dan terisak dia baru
ingat kalau mereka sudah tiada .
" kenapa aku belum bisa tanpa kalian , tidak
tidak aku pasti bisa aku tak mau kalian sedih
melihatku seperti ini "
Untuk membuat keadaannya lebih baik clara
memutuskan untuk segera mandi .
Setelah semua selesai dia keluar kamar dan
pertama yang dia lihat adalah arya suaminya
sedang memasak di dapur.
" pagi ra ini sudah aku buatkan sarapan cepat
habiskan sarapanmu dan hari ini juga kita
ke jakarta nanti kita kebandara sekitar jam 11"
" hmm tapi kan aku belum siap siap gimana
sih kamu " dengan nada juteknya .
" ra terserah kamu kalau masih marah sama
aku tapi seengaknya hargai aku sebagai
suamimu aku juga sudah berkali kali minta
maaf sama kamu aku kalau bisa milih aku
gak mau semua kejadian itu tapi apa aku
tidak bisa menghindar dari takdir " ucap arya
dengan nada sedikit tinggi.
clara langsung berlari ke kamar dan
menenangkan pikirannya. Setelah keadaan
agak tenang dia membereskan barang
barangnya biar bagaimanapun seorang wanita
yang sudah menikah harus ikut kemanapun
suaminya pergi meskipun belum ada cinta di
antara mereka . Setelah semua selesai dia
bergegas ke dapur untuk mengambil minuman
dan melihat arya masih duduk di meja makan.
" mm kita jadi ke jakarta hari ini " tanya clara
" hhmmm aku udah pesen tiketnya bentar lagi
kita berangkat bersiaplah dulu" ucap arya
sambil berlalu dari hadapan clara.
" apa sikap ku selama ini keterlaluan ya sama
mas arya" batin clara .
Waktu yang di tunggu tunggu akhirnya datang
juga dimana aku harus meninggalkan rumah
kedua orang tuaku begitu berat kaki melangkah
karena banyak sekali terukir kenangan indah
di sini yang sudah kusimpan di dalam hati.
Sekitar 1 jam kami dalam perjalanan ke jakarta
dalam perjalanan yang ada hanya hening saja
tak ada yang membuka pembicaraan mungkin
dia masih marah , waktu bèrlalu begitu saja.
Taxi yang kami naiki berhenti di depan salah
satu perumahan elite dengan desain yang simple
tapi terkesan mewah dan elegan di depan rumah
terdapat taman yang asri semakin menambah
keindahananya.
" assalamualaikum wr.wb pak usman" sapa
mas arya di sertai senyum yang menawan
baru pertama kali ini aku melihatnya .
" waalaikum salam eh aden baru pulang,
loh ini siapa den arya " tanya pak usman setelah
melihatku datang bersama arya.
" oh kenalin ini clara istriku, clara ini pak usman
satpam di rumah ini" ucap arya.
" ya udah kami permisi dulu ya pak "
" iya den , untuk barang barangnya biar saya aja
yang bawa den " ucap pak usman
. arya hanya menganggukan kepala dan berlalu
begitu saja dari hadapan pak usman sambil
menggandeng tangan clara.
Untuk menuju ke pintu utama kami
melewati taman yang begitu indah dan terawat.
Mas arya langsung menekan bell rumah ...
ceklek.... " eh aden sudah pulang silahkan
masuk pak man barang barang nya biar saya
aja yang bawa kamu balik aja jaga di depan"
"baiklah bi" jawab pak usman
arya mengajak clara masuk dan diikuti bibi
ratna di belakang clara sambil membawa
barang barang bawaan mereka berdua.
"bi mamah mana" tanya arya
" mamah di sini sayang maaf ya clara sayang
tadi belum sempet buat nyambut kalian datang"
" iya mah gak apa apa kok "
" yaudah kalian langsung ke kamar aja ya
istirahat dulu pasti capek banget "
" eh ii ya mah , permisi "
arya langsung menaiki tangga dan masuk
ke kamar nomer 2 yang ada di lantai atas
" mah maamah " teriak arya dengan sangat
kencang pasalnya waktu buka pintu kamarnya
kamarnya sudah disulap meja yang biasa arya
gunakan untuk kerja sama ngerjain tugas kuliah
berubah jadi meja rias dan semuanya juga sudah
dirubah sesuai dengan kesukaan mamahnya.5
" kamu kenapa sih mas dari tadi teriak teriak
mulu , anak mantu mamah gak kenapa kenapa
kan" ucap mama indah agak jengkel ketika
sudah sampai di pintu masuk kamar arya
dengan nafas yang masih memburu karena
sedikit berlari takut terjadi apa apa sama
anak mantunya.
" ini kenapa kamar arya jadi kaya gini sih mah"
" iya kan kamu sudah menikah mas jadi ya
harus ada perubahan donk kasian istri kamu
mau bersolek saja gak ada kaca , iya kan ra"
jawab mamah indah dengan agak sewot.
" ya udah arya mau mandi dulu panas banget"
jawab arya kalau mamahnya sudah kaya gitu
gak ada gunanya komplain yang ada
mamahnya bakal ngambek 7 hari 7 malam dan
susah buat ngebujuknya.
mah mamah udah masak apa arya laper
banget nih" tanya arya
" ya udah mamah siapin makanannya dulu"
" iya mah " jawab arya sambil membuka pintu
kamar mandinya.
" mah biar clara bantu ya " pinta clara.
" gak usah sayang kamu pasti kan capek biar
mamah saja kamu istirahat saja " ucap mamah
indah sambil menutup pintu kamar.
Dan kini tinggalah clara sendirian di kamar
terdengarlah suara air dalam kamar mandi
clara mengambil koper arka dan menyiapkan
baju arka setelah itu dia membuka koper miliknya
sambil menunggu arka selesai dia menata baju
ke dalam lemarinya. Dan terdengarlah suara
pintu kamar mandi di buka perlahan arka
keluar dari kamar mandi dengan mengunakan
bathdrobe
" ra kamu mandi aja dulu itu di beresin ntar aja"
" iya mas" ucap clara
'mmmm aku bawa baju ganti aja ke kamar mandi
biar lebih cepat lagian malu kalau di kamar kan
ada mas arya ' batin clara sambil membuka pintu
kamar mandi .
Ketika arya mau mengambil pakaiannya teryata
di tempat tidur sudah tersedia baju ganti yang
sudah di siapkan oleh clara. arya sedikit
menyunggingkan senyum kala teringat wajah
clara... " hmmmm ada apa denganku apa aku
sudah menyukai gadis itu " batin arya
" ah sudahlah lebih baik aku ganti baju saja"
Selesai berganti baju di ruang ganti arya
berjalan ke tempat tidur sambil memainkan
ponsel tak berapa lama kemudian pintu kamar
mandi clara keluar dengan sudah berpakaian
lengkap hanya rambutnya yang masih memakai
handuk dia belum menyadari jika arya masih di
dalam kamar mereka .
" ra kamu siap siap dulu habis ini kita makan
siang bersama aku tunggu di meja makan "
Tanpa menjawab pertanyaan sang suami clara
menuju meja riasnya untuk mengeringkan
rambutnya melihat hal itu arya langsung keluar
kamarnya .