Suasana duka masih menyelimuti kehidupan
clara kehilangan dua orang yang berarti dalam
hidupnya membuatnya sangat terpuruk jadi untuk
sementara waktu mamah indah akan tinggal di
rumah clara . " sayang kamu harus makan dulu
meskipun sedikit jangan sampai telat ya nanti
sakit atau gak kamu mau di masakin apa sama
mamah " bujuk mamah indah. ' tidak mah aku
lagi gak pengen apa apa , aku ke kamar dulu ya'
setelah clara masuk kekamar tiba tiba arya
sama papahnya yang baru selesai lari pagi
datang menghampirinya " mah mamah kenapa
kok kelihatan sedih " tanya arya . " clara dari
tadi malam kan belum makan apa apa" ,' ya udah
coba aku bujuk dia mah ' arya langsung bergegas
menuju kamar clara . sesampai di depan kamarnya
arya mengetuk pintu kamarya tok... tok... tok
ra boleh mas arya masuk teriak arya . ceklek
arya masuk dan terlihat wajah sembab clara yang
barusan menangis . " ra kamu gak apa apa kan "
" kenapa kamu kesini keluar sekarang aku bilang
keluar sekarang" teriak clara dengan emosi
dan aamarah yang masih menguasai hatinya
" ra aku minta maaf sama kamu tolong
dengerin penjelasan ku dulu" jawab arya .
" semua ini karena kamu karena kamu aku
kehilangan semuanya mas " teriak clara sambil
mendorong arya keluar . " ra aku minta maaf aku
tidak bermaksud membuatmu seperti ini" .
" pergi mas aku mau sendiri " pinta clara.
Mendengar ada keributan mamah indah datang
untuk melihat " mas kamu kenapa bukannya tadi
mau kekamar bujuk clara buat makan ".
"ya iya mah tapi clara masih marah sama aku
dia gak mau ketemu sama aku" . mamah indah
akhirnya mengerti " mas coba kamu kasih dia
waktu untuk sendiri dulu " pinta mamah indah.
Sudah seminggu ini clara dan arya masih
tidak bertegur sapa dan hari ini rencananya
mamah dan papah arya akan kembali ke jakarta
lebih dulu .
" kalian berdua hati hati ya mamah sama papah
berangkat dulu kalian rencananya kapan
ke jakarta juga kan kalian mau masuk kuliah kan"
ujar mamah . " iya mah kita minggu depan balik
juga kok mamah sama papah hati hati di jalan"
" iya ya udah clara maafin anak mamah ya semoga
kamu bisa berdamai dengan masa lalu kamu dan
bisa anggap mamah sebagai mamah kamu juga"
ujar mamah indah dengan penuh sayang.
" insyaallah mah maaamah hati hati ya " jawab
clara . Sepeninggal mereka kini hanya 2 insan
yang tertinggal di rumah ini clara langsung masuk
kekamar dan mengambil slim bag nya yang selalu
dia bawa kemana mana dan langsung pergi keluar
ketika melewati ruang tamu di lihatnya arya
duduk sendirian sedang bermain ponsel
tanpa berpamitan clara langsung menuju pintu
keluar.
" clara kamu mau kemana " tanya arya.
" terserah aku mau kemana apa urusanya sama
kamu " ucap clara sambil berlalu melewatinya
" ra tunggu aku cuma gak mau terjadi apa apa
sama kamu mau gimanapun kamu itu istri aku"
ucap arya tapi clara tidak mendengarkan dan
langsung pergi gitu aja setelah 15 menit berjalan
tak terasa dia sampai di pantai dan duduk di
pinggir pantai seorang diri. " permisi mbak boleh
saya duduk disini" clara langsung menoleh dan
ternyata itu arya " kamu.... ngapain kamu ngikuti
aku kaya gak ada kerjaan aja" omel clara.
" ya itu karena aku khawatir sama kamu ra
aku tau kamu masih marah sama aku tapi
kecelakaan itu bukan aku yang mau ra, cobalah
untuk mengerti" ucap arya dengan nada pelan
takut kalau kalau clara tambah kesal sama dia
" besok kita akan ke jakarta ra "
" kita kamu aja aku mau disini "
" Ya enggak bisa gitu kamu kan istri aku apa kata
orang disini sudah nikah gak ikut suaminya lagian
mas bisa di sembelih sama mamah " cerocos arya
dan ketika arya menoleh clara sudah berjalan
meninggalkan dia seorang diri " ra ..." teriak arya
tapi clara tidak mau berhenti dengan sedikit
berlari arya mampu menggapai tangan clara.
" ada apa sih kamu main narik narik aku" ucapnya
dengan nada kesal. " kita pulang sekarang"
ucap arya tidak menanggapi ucapan clara dengan
sedikit memaksa akhirnya mereka sampai di
rumah. " hari ini kamu yang masak aku yang
beresin halaman depan kita bagi tugas gimana"
'iya udah temenin beli sayuran kalau gitu' ucap
clara. " hari mau masak apa ra'
" ya udah masak ayam goreng sama tahu goreng
saja sama bikin sambal "
" kok kamu tahu makanan kesukaan aku ayam
goreng ".
" kamu jangan kesenangan dulu aku lagi malas
masak aja jadi masak yang simpel saja "
Ibu ibu yang mendengar perdebatan mereka
hanya melempar senyum dan geleng geleng
kepala " neng jangan sampai bertengkar dan
lebih tepatnya menaruh benci nanti lama lama
jadi cinta looooo " ucap tukang ayam sambil
melempar senyum genit menatap arya .
" bu jangan genit genit entar yang ada di
gampar sama bininya" jawab clara dengan nada
kesal clara langsung membayar belanjaannya
dan pergi begitu saja meninggalkan arya
sendirian.
" maaf ya bu atas ucapan istri saya tapi lain
kali ibu jangan seperti itu trima kasih" balas
arya langsung pergi menyusul istrinya.
Sesampaianya dirumah clara masih dengan
wajah muka di tekuk langsung menuju ke dapur
menyiapkan semua bahan dan memanggil
suaminya emb suami pikir clara emang aku
sudah menikah tapi aku memang belum
sepenuhnya menerimanya ingat ra dia yang
sudah bikin hidup kamu berantakan.
" kamu kalau mau makan makan aja sudah ada
di meja makan "
" kamu mau kemana kenapa gak makan
bareng saja " tanya arya melihat clara sudah
rapi saja. " idih ogah aku semeja sama kamu "
ucap clara langsung berjalan pergi .
" ra kapan kamu mau memaafkan aku segitu
bencinya kamu sama aku tapi aku akan
berusaha membuatmu mau maafin aku dan
mencintaiku " batin arya .
Arya langsung masuk kekamar dan menjalankan
ritual mandinya setelah semua selesai dia
keluar kamar dan berjalan ke meja makan disitu
sudah ada beraneka macam makan dan
semuanya kesukaan arya tiba tiba clara muncul
dari balik pintu dapur membawa 2 gelas jus
mangga . " wah kebetulan nih aku lagi haus ini
buat aku kan"
" ye geer ini kan aku bikin buat aku sendiri"
" mana habis kamu itu gelasnya besar loo"
setelah berabad abad akhirnya berhasil juga
membujuk clara , arya langsung melahab semua
makanan tanpa tersisa sampai dia kekenyangan
" ra terima kasih ya ini itu makanan enak banget
yang pernah aku makan kamu pandai juga
masaknya andai kecelakaan itu tidak terjadi
pasti mereka masih ada di sini sama kamu".