Chapter 28

1300 Kata

Monik menatap langit mendung di kamarnya. Kilatan petir itu mulai terlihat, air matanya kembali meluruh. Sudah lima tahun El belum juga kembali. Kepergian El malam itu adalah pertemuan Monik dengan putrinya terakhir kali. Suami hingga teman teman El belum juga menemukannya. Dia berpikiran jika El sudah bersama kedua orang tua kandungnya. Tapi pikiran buruk pun selalu menghantui. Clek Revan menyalakan lampunya, semenjak El menghilang istrinya ini selalu menyendiri dalam kegelapan. Dia sangat khawatir dengan kesehatan Monik yang sering terganggu belakangan ini. Revan berjalan mendekat. Tangannya menyentuh pundak Monik pelan. Monik menoleh sekilas dan menatap langit lagi. "Suasana ini adalah suasana yang ga disukai Quen, mas. Bagaimana jika Quen ketakutan?" Revan menghela napas,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN