Chapter 31

1379 Kata

"Quen!" seru mereka semua. Hening. Mereka hanya saling menatap. Tidak ada sepatah katapun keluar dari bibir mereka, Alex dan Leo pun sama. Rizal terlihat berjalan mendekat dengan pelan, matanya memancarkan kerinduan yang mendalam. Tangannya bergetar menyentuh wajah El, senyumannya keluar bersamaan dengan air matanya. Ini nyata. Ini bukan khayalan lagi. Ini bukan mimpi lagi. Rizal terisak, biarkan orang mau bilang apa dia tidak perduli. El ikut menangis melihatnya, kenapa Rizal menangis? Apa karenanya?  Jika iya El akan meminta maaf. El memeluk Rizal saat Rizal semakin keras tangisnya. "Kamu malu maluin nangis didepan umum." ucap El bergetar. Rizal semakin memeluk erat El mendengar celetukan nya. Masih sama, El-nya masih sama. Semua yang melihat adegan itu hanya tersenyum, bahk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN