El membuka matanya yang terasa berat, beranjak duduk mengumpulkan nyawanya yang belum terkumpul. Seperti biasa tatapannya masih sayu dan mengantuk, El meraih ponsel yang sudah berbunyi beberapa kali tadi. "Halo" "Rizal kecelakaan" "Ha?" "Sadarkan dirimu! Rizal kecelakaan! Cepat kemari, kita udah disini!" Sambungan sudah terputus tapi El belum juga sadar, Leo tadi bicara apa? Rizal kecelakaan Saat itu juga air mata El menetes deras, dengan tergesah El mencuci muka karena dia tidak bisa mandi terlebih dahulu. *** "Gue bunuh lo kalo dia sampe kenapa napa dijalan!" ancam Rizal menatap Leo dan beberapa orang di depannya geram. "Tunggu deh Le, lo tadi ga bilang rumah sakit mana!" seru Taufik. Semuanya kembali terdiam, Leo kembali menghubungi adiknya. Masih tidak ada jawaban, baga

