Chapter 44 (END)

1119 Kata

Merapihkan dasi untuk kesekian kalinya. Dia terlihat begitu tampan terlihat dari pantulan cermin. "Udah dong, dari tadi kenapa belum selesai?" Gerutu seorang wanita yang sedang mangandung ,terlihat dari perutnya sedikit membesar. Pria itu tersenyum dan berbalik menatap istrinya hangat. "Maaf menungguku terlalu lama" Wanita itu memutar matanya jengah, suaminya ini sering sekali membuat kesal dirinya. "Jangan marah marah mulu dong, nanti si baby nya ikutan" "Biarin, ayahnya nakal" Pria itu tertawa pelan mencium kening wanitanya sayang. Hatinya selalu menghangat melihat senyuman manis istrinya jika mendapatkan ciuman romantis dari dirinya. "Kamu cantik" Wanita itu tersenyum manis, dia terlihat sangat cantik dan anggun meskipun perutnya mulai membesar kecantikannya tidak tertutupi. *

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN