Suara ketukan di meja akibat jari jarinya yang bergerak. Tatapan matanya selalu tertuju pada layar laptop yang menampilkan foto El. Terlihat gurat amarah dan benci dari cara pandangnya. Tok tok tok Lelaki itu menutup laptop dan menegakkan tubuhnya melihat sang anak sudah datang. "Putriku!" seru nya riang. Alice memandang ayahnya datar,. "Ayolah! Kenapa wajahmu kusam begitu? Kita rayakan keberhasilan mu menabrak Lily." "Tidak." "Kenapa? Ayah akan bawa ibu juga buat ngerayain semuanya." "Jangan bawa bawa ibu! Aku tidak sudi merayakan sesuatu yang berdosa ayah! Aku ingin berhenti! Berhenti untuk mengikuti mu!" Ayah Alice merubah wajahnya menjadi merah padam, dia termasuk orang yang mudah emosi. "Kenapa? Karena kakaknya pacar kamu?" "Bukan." "Lalu?" "Aku muak menjadi alat untu

