Tanggapan Sheriff

1064 Kata
"Darah?" Ekspresi Clive tak terbaca, menatap Bella dengan tangan terkepal. Bella yang tak terlalu memperhatikan hal itu, mengangguk dua kali dan menyampaikan informasi yang ia saksikan sendiri dengan hati-hati. "Ya. Darah. Beberapa waktu yang lalu, di tengah malam saat aku datang ke dapur untuk membuat sesuatu, aku melihat Mic mencuci tangannya yang bernoda darah. Bukan itu saja. Pakaiannya juga ternoda. Sikapnya agak aneh dan ini … seperti memberikan tekanan padaku." Bella memijat kening di antara kedua alisnya, merasa sedikit tak berdaya. "Dan kemarin Mic pergi sepanjang hari. Dia pulang sekitar waktu fajar. Kebetulan aku turun ke dapur untuk membuat cokelat panas. Saat itu aku melihat Mic memiliki jejak darah dari sepatunya di sepanjang lantai kayu. Pagi ini di waktu sarapan, jejak darah itu telah dibersihkan!" Bella semakin merasa tak nyaman. Tidak apa-apa jika sekali dia melihat keanehan pada Mic. Tapi hal ini berulang dua kali, semuanya berhubungan dengan darah, bukankah itu patut dicurugai? Tak ada kebetulan dua kali. "Jadi maksudmu?" Clive menegakkan punggung, menatap Bella dengan pandandangan rumit. "Aku … tidak memiliki banyak bukti terkait dengan yang aku katakan!" Inilah kenapa Bella lebih suka mengungkapkan hal ini di luar jam kerja kepada sheriff setempat alih-alih membuat laporan resmi. "Sesuatu yang dikatakan tanpa bukti akan menjadi fitnah. Miss, jika kau melanjutkan tuduhanmu itu, kurasa kau harus siap menghadapi banyak konsekuensi hukum di belakangnya!" Clive menatap Bella dengan aura permusuhan yang kuat. Senyum yang awalnya tulus, kini tampak sinis dengan jejak olok-olok. "Itulah kenapa aku mengungkapkan hal ini padamu di luar jam kerja sebagai obrolan tak resmi." Bella tertekan dengan sikap Mic dan petunjuk-petunjuk yang mengarah pada hal-hal negatif yang ia terima dan saksikan. Dia tak bisa lagi diam. Dia tak bisa tetap tenang. Namun, bukti yang ia kantongi saat ini bisa dikatakan tidak kuat. Jadi satu-satunya cara yang bisa Bella lakukan adalah berbagi kekhawatiran pada sheriff setempat. Bella berharap dengan begini, ia bisa mendapat perlindungan lebih, atau mungkin—jika beruntung—pindah tempat tinggal atas rekomemdasi sheriff setempat. Namun kenapa, rasanya respon Clive tampaknya salah dan tidak semestinya? "Jika kau tak memiliki bukti, kusarankan tidak mengatakan banyak omong kosong! Ini bisa menyeretmu ke bawah! Lagi pula, Miss, meskipun perkataanmu bisa dibenarkan, bisa jadi darah yang kaulihat pada Mic adalah darah binatang. Tempat ini didominasi oleh peternakan dan ladang. Darah bukan sesuatu yang bisa dihindari. Lagi pula, seandainya pun itu bukan darah binatang, bisa juga itu darah dari luka Mic sendiri. Pernahkah kau membahas hal ini dengan Mic secara langsung?" Clive mematahkan semua prasangka buruk Bella terhadap Mic. Membahas dengan Mic? Apakah Bella pengidap cacat mental? Kecuali dia gila, dia tentu saja tak akan pernah membahas hal ini dengan Mic secara langsung. Ibarat koneksi, Bella dan Mic berada dalam frekuensi yang berbeda. Mereka hanya ingin menjatuhkan satu sama lain. Bagaimana bisa Bella tiba-tiba berkata pada Mic, "Ngomong-ngomong, aku melihatmu dengan banyak noda darah dua kali. Apakah kau membunuh seseorang?" Bisa dipastikan setelah Bella mengatakan hal itu, mungkin hidupnya akan berakhir dalam semalam dan Steve mungkin tak bisa melihat mayat Bella sama sekali. "Tidak, aku tidak membicarakan ini dengan Mic. Sir, kau tahu bagaimana rumor buruk Mic berkembang sejauh ini. Aku telah mendengar banyak hal terkait berita buruk Mic di masa lalu. Dengan rumor-rumor itu, bisakah kau berpikir aku sanggup berbincang santai dan membahas hal-hal berdarah dengan Mic?" Mengingat karakter Mic yang membenci wanita kota, bukankah ini hanya membawa Bella pada hal-hal buruk? "Maaf, Miss, selama kau tak memegang bukti, kau sama saja menjatuhkan nama baik orang lain! Tolong jaga sikapmu lain kali. Datang berkunjung ke sini, di kediamanku, bukanlah sesuatu yang bisa kaupermainkan begitu saja! Jadilah orang yang berkarakter baik!" Lagi-lagi, Clive memberi Bella peringatan serius. Bella menggosokkan dua telapak tangannya berulang kali, dalam hati tak tahu bagaimana ia bisa dianggap mempermainkan Clive. Bagaimana bisa berakhir seperti ini? Bukankah niat awal Bella hanyalah membagi kekhawatiran pada orang lain yang memiliki kewenangan hukum tertinggi di sini? Kenapa bisa jadi begini? "Sir, pertama-tama, aku tak berniat mempermainkanmu! Kedua, aku tidak menciptakan kebohongan begitu saja. Kau adalah orang dengan kekuatan hukum yang berwenang di kota ini. Aku hanya ingin berbagi keresahan sebagai warga biasa!" Bella mengepalkan tangan, mulai tersinggung dengan tuduhan buruk yang Clive lontarkan sebagai tukang fitnah. Seumur hidup, Bella belum pernah dipermalukan seperti ini. "Setiap warga berhak membagi keresahan dan melaporkan aktifitas mencurigakan terkait orang lain. Tapi semua itu harus disertai bukti, juga saksi. Bukan hanya tuduhan tak adil yang subjektif. Jika semua penduduk kota sepertimu, mungkin kota ini sudah hancur sejak dulu!" Clive tak pernah membenci wanita kota seperti yang telah Mic lakukan selama ini. Tapi kini, dihadapkan pada Bella yang impulsif dan semaunya sendiri, kini Clive merasakan sedikit kebencian yang selama ini Mic miliki terhadap jenis wanita seperti Bella. Jika semua wanita kota sedangkal Bella, Mic memiliki alasan yang kuat untuk membenci mereka. "Apakah kau berpikir aku hanya membuat keributan yang tak penting di sini?" Bella jelas tersinggung. "Kau memang telah membuat keributan yang tak perlu!" "Kau adalah sheriff, kau seharusnya bisa mengayomi banyak orang. Bagaimana bisa kau …." kata-kata Bella terhenti, tak tahu lagi harus berkata apa. "Ya, aku adalah sheriff. Untuk itulah aku harus objektif dan profesional dalam menanggapi keluhan. Untuk sesuatu yang sifatnya sebagai finah belaka, bagaimana aku bisa menindaklanjuti? Bukankah ini menunjukkan aku tak memiliki integritas?" Clive balik membantah Bella dengan argumen kuat yang sulit ditolak. "Kau …." "Sepertinya kau perlu kembali dan memikirkan kesalahanmu, Miss. Kusarankan kau bisa lebih mengontrol diri lain kali. Jika kata-katamu ini sengaja disebarkan tanpa bukti kuat, sama saja kau telah menciptakan tuduhan palsu! Kuharap kau tahu apa artinya itu!" Clive melipat kedua tangannya di depan d**a, menatap Bella dengan jejak kebencian dan keinginan untuk menyalahkan. "Maaf, Sir, jika aku telah membuat keributan yang tak perlu!" Bella bangkit berdiri, membiarkan kopi yang dibuat Anne tak tersentuh sama sekali, dan berbalik pergi dengan langkah-langkah cepat. Clive yang menatap punggung Bella semakin menjauh, hanya bisa menggeleng dengan lemah. Wanita itu cantik. Sayang sekali pikirannya licik. Sementara itu, Bella yang kini berjalan dengan linglung, masih bertanya-tanya bagaimana semuanya bisa berakhir seperti ini. Amy dan Jasmine berkata Clive adalah sheriff yang baik dan menjaga kesopanan. Tapi lihat sekarang. Orang itu tampaknya siap memotong-motong Bella hingga menjadi berkeping-keping tanpa alasan kuat. Hanya karena Bella mengatakan pikiran negatif terkait Mic. "Sepertinya kali ini gagal." Bella bergumam pelan, mempercepat langkah kakinya yang tak teratur. Andai Bella bisa memutar waktu, mungkin ia tak akan segegabah ini dan terburu-buru melaporkan hal-hal tanpa bukti. …
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN