"Seharusnya kamu tetap jadi istri yang baik. Padahal saya sudah berbaik hati membiarkan kamu jadi istri Nathan. Kamu hanya perlu merelakan Nathan menikah lagi. Tapi baguslah, Indri jadi gak perlu jadi yang kedua. Karena dia akan menjadi satu-satunya istri Nathan." Luna mendengus mendengar ucapan Tisa. Dia menekan layar ponselnya lalu meletakan kembali benda tersebut ke dalam tas. Sekarang dia yakin ucapan William tentang Tisa benar. Bukan tidak mungkin wanita itu membuangnya. Benar saja mertuanya itu sedang melakukannya sekarang. Karena apa? Hanya karena dia tidak berguna, katanya. "Saya juga datang untuk mengingatkan kamu, kalau nanti bayi kamu lahir, hak asuh anak akan jatuh pada Nathan. Biar Nathan dan Indri yang urus dia. Lagi pula kamu juga sibuk, kan? Indri ini akan mengabdikan diri

