Nathan berlari di lorong rumah sakit. Wajahnya nampak panik dengan raut khawatir. Saat melihat William di depan sebuah kamar Nathan segera menghampiri. "Bagaimana keadaan Luna?" Nafasnya bahkan terengah saking lelahnya dia berlari. "Dokter bilang dia syok," ucap William. Nathan akan masuk, namun William mencegahnya. "Luna baru saja istirahat. Jangan ganggu dia dulu." "Aku tidak mengganggu. Aku suaminya, dan harus tahu kondisinya." Nathan menatap William dengan tajam. Dia bahkan tak bisa berhenti khawatir, meski William sudah menjelaskan kondisi Luna. Tapi Nathan belum melihat keadaan Luna dengan mata kepalanya sendiri. William menghela nafasnya. "Dengar, apa yang dilakukan Mamamu sudah keterlaluan. Dia menyakiti Luna." "Karena itu aku harus bicara dengan Luna." Pintu terbuka dan men

