Sebuah Ketulusan

1068 Kata

Setelah semua adat dan tradisi di lakukan, Luna dan Nathan mulai menghampiri beberapa tamu, untuk sekedar menyapa dan berterimakasih karena sudah datang. Sepasang suami istri itu nampak bahagia dengan senyum yang tak pernah pudar. Beberapa orang bahkan menghampiri dan mengusap perut Luna seraya memberikan doa. Dari tempatnya duduk Livia tersenyum melihat wajah Luna berseri bahagia. "Mau pulang sekarang?" tanya William. "Aku baik- baik aja, Mas." Karena sejak tadi William terlihat mengkhawatirkannya. "Lagian aku juga belum ketemu Mami. Luna bilang Mami sama Papi juga di undang, kan?" "Oke, kalau gitu kamu mau makan gak. Aku ambilin ya?" Livia mengangguk, dan membiarkan William pergi. Livia memperhatikan kemana William pergi dan melihat pria itu menunjuk beberapa makanan, hingga Livia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN