Dengan langkah tak sabar William memasuki rumah Nathan. Pria itu mengedarkan pandangannya setelah pelayan rumah tersebut membukakan pintu untuknya. "Kayaknya ada yang gak sabar?' Nathan muncul dengan seringaian di bibirnya. "Jangan bicara omong kosong," ucap William dengan menatap Nathan dengan kesal. "Kau tahu aku tidak akan menceraikan Livia. Kenapa masih kamu ajukan juga perceraian kami?" Nathan terkekeh. "Mau bagaimana lagi, aku harus menuruti mau Via." Nathan melempar map di tangannya ke tangan William. "Batalkan. Aku dan Livia akan tetap bersama." "Sungguh? Kamu berhasil membujuknya?" "Hm..." Nathan menatap berkas di tangan William. "Tapi itu terlanjur di buat. Tanda tangani saja." ucap Nathan dengan nada usil. "Jangan mengusik singa yang sedang kesal, Mas." Luna muncul denga

