William pulang tepat pukul 5 sore, dan begitu masuk William langsung mencari keberadaan Livia. "Dimana istriku?" tanyanya pada suster yang dia pekerjakan untuk merawat Livia. "Ibu di kamar, Pak." "Dia sudah makan?" "Belum Pak, saya sudah siapkan dan menunggu Bu Via keluar." William mengangguk. "Biar saya yang urus. Kamu boleh pulang," ucap William sembari melangkah menuju kamar. Saat membuka pintu kamar William menemukan Livia tengah berusaha menggapai sesuatu di bawah kakinya. Sisir... William mengeryit saat Livia berusaha meraihnya, namun tangannya tak sampai, sementara dia juga kesulitan menggerakkan kursi rodanya sebab sebelah tangannya masih menggunakan penyangga. William menghela nafasnya lalu mengambilkan benda tersebut. "Kenapa gak panggil perawat?" dia berjongkok di depan L

