William masuk dengan terburu-buru dan nafas yang terengah sebab dia berlari sejak dari lobi apartemen hingga tiba di unitnya. Bukan apa- apa dia khawatir dengan kondisi Livia. Dia baru saja pulang dari rumah orang tuanya untuk memberitahu kondisi Livia agar Maminya tak lagi menyinggung tentang anak di depan Livia. Namun saat William mengatakannya, Risa bilang dia sudah tahu sebab baru saja berkunjung ke apartemen mereka, dan Livia sudah mengatakannya. Dan sekarang dia justru khawatir tentang kondisi Livia yang mungkin saja bersedih karena Maminya lagi- lagi menyinggung tentang anak. "Sayang." William tertegun saat mendengar tawa Livia yang tengah menonton televisi di temani perawat. Livia menoleh. "Kamu udah pulang?" Livia bahkan tersenyum lebar ke arahnya. William balas tersenyum tern

