Beruntungnya Menantu Pratama

1040 Kata

Di sore hari Risa dan Ibra benar-benar datang. Di saat yang sama sofa pesanan Livia datang, hingga rumah mereka mulai terisi. "Kamu suka rumahnya?" tanya Risa dengan senyuman. "Suka, Mi. Mungkin besok aku mau belanja perabot dapur." "Maaf juga, makanannya hanya pesan. Mas William gak bilang buat rumah baru, jadi aku gak tahu disini masih kosong." "Gak papa, lagi pula kamu jangan terlalu lelah. Istirahat yang banyak dan pastikan kondisi kamu dulu." Livia mengangguk. "Mami akan kirimkan pekerja nanti untuk mengurus rumah." Livia setuju saja. Lagi pula rumah ini juga terlalu besar jika dia harus mengurusnya sendiri. "Oh, ya. Willy udah bilang belum kalau kita mau adakan pesta?" "Hm, Mas William bilang. Tapi, apa gak papa, Mi?" "Kenapa memangnya?" "Mengenai dia?" Risa tersenyum. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN