Memanfaatkan

1085 Kata

Nathan memasuki rumah dengan penuh wajah suram, perasaannya campur aduk, antara lelah, kecewa, sedih, dan marah sekaligus. Namun saat melihat Luna dia justru berusaha tersenyum. "Sayang," sapanya, lalu mengecup dahi Luna. "Kamu baik- baik aja?" Luna menatapnya dengan wajah khawatir. Bagaimana pun berita berguncangnya perusahaan Nathan membuat Luna terkejut. Apa lagi Nathan. Nathan menghela nafasnya. "Aku capek. Seberapa keras aku berusaha selama ini, Papa masih gak menghargai aku. Sudah tahu ini karena Mama, masih saja dia menyalahkan aku." "Kamu beneran mau mengundurkan diri?" "Papa yang minta. Dia bilang kalau aku gak bisa mengatasi ini aku harus mengundurkan diri." "Kamu sendiri gimana?" "Aku masih harus berpikir." Nathan tak tahu berita itu akan cepat menyebar. Dia bahkan baru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN