EMPAT PULUH ENAM

925 Kata

Kenji paham betul betapa t***l dirinya.   Memori tentang bagaimana gadis ayu itu memeluk diri dengan pakaian yang telah Kenji sobek. Masih sangat segar di relung ingatan. Senantiasa mempertajam fragmen setiap detik waktu yang berlalu. Air matanya yang mengalir deras memperburuk raut penuh ketakutan.   Malam itu di kediaman Manik yang tengah kosong. Lantaran Ibunya tengah menjaga kedai makanan miliknya. Kenji yang mulanya datang, dengan niatan mendiskusikan pembatalan perjodohan yang terjadi antara dirinya dengan Manik. "Manik. Kita harus batalin perjodohan ini."   "Kenapa? Kenapa tiba-tiba begini, Kak? Bukannya Kak Kenji sendiri udah setuju."   "Sedari awal. Saya nggak pernah benar-benar setuju. Kamu bisa bilang saya b******k. Tapi saya benar-benar sudah gila rasanya waktu itu. Kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN