Kenji berlari kesetanan di lorong-lorong rumah sakit. Matanya mengedar menyapu setiap sudut ruangan. Hingga akhirnya pandangannya jatuh di area taman. Spontan napasnya terembus lega, tanpa membuang waktu ia memacu langkah mendekati sosok perempuan yang duduk sendiri di sana. “Berapa kali aku bilang, jangan ngilang kayak gitu, Dae....” Dae menoleh menuju sumber suara, tersenyum semanis madu meski bibirnya masih terlihat pucat. “Aku kan nggak ngilang. Cuma mau nyari udara segar di sini.” Kenji mengembuskan napas panjang, berjongkok di depan Dae. “Kalau mau nyari udara segar kan kamu bisa ngajak aku. Jangan ngilang tanpa kabar gitu. Aku nggak suka.” Semenjak Dae sadar sebulan yang lalu, semua orang terdekatnya berubah menjadi jauh lebih posesif pada gadis itu. Apa lagi ditambah Dae baru saj
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


