Kenji memasuki ruangan ICU tempat Dae terbaring tanpa daya di dalamnya dengan mengenakan pakaian khusus. Tungkai kaki pemuda itu berhenti tepat di sisi ranjang Dae. Jemari Kenji terangkat mengusap pipi pucat pasi Dae secara lembut. Begitu lembut sebab takut sentuhannya dapat menyakiti Dae yang masih tertidur pulas. Kenji sungguh bersyukur sebab operasi transplatasi Jantung yang Dae jalani bejalan lancar. Meski dengan begitu, menjadi pertanda bahwa Ayu benar-benar telah pergi. Kenji tak tahu harus merasakan apa di saat seperti ini. Sebab kepergian Ayu ternyata mampu menyelamatkan Dae. Kenji baru mengetahui kalau Jantung Ayu yang di donorkan pada Dae, sesaat setelah operasi Dae berakhir. Kini Kenji cuma perlu menunggu Dae terbangun. “Daedalion... saya di sini,” lirih Kenji pelan di samping

