EMPAT PULUH EMPAT

674 Kata

Dae tiada mampu memejamkan kelopak matanya. Mengistirahatkan pikiran di alam tidur.   Alhasil dia cuma mampu menatap kegelapan di dalam sleeping bag. Bagaimana mungkin Dae bisa tidur ketika kata-kata Mama Kenji tadi terus teringiang-ngiang di indra pendengarannya.   Dae sungguh tak habis pikir. Pemuda itu bilang dia ingin lepas dari kutukan itu. Pemuda itu bilang, dia tak ingin menjadi lebih jahat lagi dengan menjatuhkan segalanya pada Manik. Namun nyatanya, dia memang lah sangat jahat. Dae membenci Kenji. Membenci bagaimana Kenji menutupi segala kebenaran dari keluarganya sendiri. Membenci Kenji yang seakan-akan benar-benar terpuruk akan kepergian Manik. Dae kini bahkan sangat sangsi bahwa kata-kata penyesalan yang meluncur dari bibirnya hanya lah sekadar bualan belaka. Kenji bahkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN