Terdengar suara bell dari dalam kamar Dae. Dae terdiam sesaat, dia tak mengundang siapa pun ke rumahnya. Jadi tak tau siapa itu. Pelan-pelan bangkit dari ranjang, mengintip melalu gorden melihat siapa yang kiranya datang. Mengingat pesan dari Kenji untuk tak mengizinkan siapa pun masuk. Begitu melihat siapa orang itu, Dae menghela napas lega. Membuka pintu. “Bang Aroo?” Sapanya. Aroo tersenyum semanis madu seperti biasanya. “Hai.” “Bang Aroo kenapa ke sini?” “Kenji minta aku buat jaga kamu di rumah. Dia khawatir, katanya kamu sendiri. Sekalian mau jenguk kamu. Gimana? Udah baikan?” Dae menggaruk lehernya tak gatal. “Aku baik kok, Bang. Dan yah, makasi udah nolongin aku kemarin. Aku gatau apa jadinya aku kemarin kalau Bang Aroo nggak datang. Oh iya juga, Bang Aroo kemarin nelpon aku ad

