Dae spontan meringis kecil waktu pening menginvansi kepalanya ketika kesadarannya perlahan-lahan timbul. Kelopak matanya mengerjap, menyesuaikan dengan pencahayaan sekitar. Langit-langit berwarna putih adalah pemandangan pertama yang ia lihat. Bola mata Dae bergulir memindai sekitar, bertanya-tanya dimana ia berada sekarang. Menemukan beberapa brankar pasien di sekelilingnya. Dae lantas mencoba bangkit, tetapi sebuah suara terlebih dahulu menginterupsinya. "Dae, kamu udah sadar. Syukurlah." Dae menoleh menuju sumber suara, disana Aroo dengan pakaian setengah basah menatapnya khawatir. "Gimana perasaan kamu sekarang? Ada yang sakit? Perlu aku panggil dokter." Dae menggeleng dengan kepalanya yang masih terasa begitu berat. "Pulang...." "Pulang? Tapi kondisi kamu belum membaik. Kita tunggu

