Nara akhir nya keluar kamar dan menemui tamu tamu yang hendak pulang setelah berbela sungkawa. Ambar berdiri disampingnya, turut menyalami tamu tamu yang berpamitan. "Nah gitu dong keluar kamar. Masa banyak tamu malah dicuekin, ngedekem terus di kamar. Gak sopan itu." Nara melihat bu Wati yang memojokannya dan Retno yang tersenyum di samping nya membenarkan. Tania pun menegur bu Wati yang menurut nya sudah keterlaluan, sedangkan Nara hanya diam. Ia tidak memilki banyak energi untuk merespon. Suasana menjadi sangat tidak nyaman, banyak tetangga yang menyayangkan ucapan bu Wati. "Loh emang bener, kan?" ucap Wati sembari melirik Retno. Retno mengangguk dan tersenyum lebar. "Mah!" tegur Ambar. Retno hanya mendelik. "Kalau difikir fikir Nara ini kayak bawa sial kan? Pertama merebut ca

