Nara terbangun di malam hari, perasaan nya tak enak. Ia tidak melihat Tania di sebelah nya, seperti nya sepupu nya itu pun terbangun di tengah malam. "Tan?" panggil Nara. Tidak ada sosok Tania di ruang keluarga mau pun dapur, namun Nara mendengar suara isak tangis dari kamar mandi. Nara mengetuk pelan pintu kamar mandi. "Tan?" panggil nya lagi. "Iya, sebentar." Tania membasuh wajah nya, melihat wajah bengkak nya di cermin. Ia baru saja menerima panggilan telepon. Tania perlahan membuka pintu kamar mandi, Nara sedang menunggu nya. "Kamu kenapa?" tanya Nara. Tania menggeleng. Ia belum bisa menceritakan nya pada Nara. "Biasaaa.. Tidur lagi, yuk?" "Kamu punya pacar?" tanya Nara. "Hah? Udah engga, sih." "Oohhh..." Nara menyusul Tania kembali ke kamar setelah menenggak air putih. M

