Pulang dari rumah sakit, zahra memutuskan untuk ke kantor, ia baru baru teringat ada beberapa berkas yang belum ia siapkan, dan lagi berkas itu harus disiapkan secepatnya mungkin karena.
"Pak, kita ke kantor ya," ucap Zahra pak Yudi.
"Tapi non kata tuan besar---"
"Tidak apa-apa, aku hanya pergi sebentar saja. Selepas itu aku akan pulang, ada beberapa berkas penting belum aku siapakan, dan harus segera disiapkan." Selah Zahra pak supir hanya mengangguk sebagai mengerti, barulah pria paruh baya itu melanjutkan mobilnya.
***
Sebuah panggilan masuk dari Yudi tertera jelas di layar ponsel Varrel, pria itu tanpa menunggu langsung mengangkat panggilan tersebut.
"Pak, nyonya-"
"Nyonya kenapa?" Varrel spontan terkesiap mendengarnya. Juga dengan Rama, pria itu berada di ruangan Varrel.
" ....."
Tutttt tanpa menunggu Varrel langsung bergegas pergi, Rama yang melihat kepanikan sahabatnya pun ikut mengikuti laki-laki itu. Walau dia tidak tau permasalahannya.
*
"Vin, bagaimana apa istrimu ada di dalam?" tanya Rama sesaat setelah melihat Varrel keluar dari ruangan .
"Dia tidak berada di dalam, cepat cari istriku aku tidak mau terjadi sesuatu pada calon bayiku." perintah Varrel laki laki itu menjambak rambutnya kasar.
" Kau ini, menjaga istrimu saja tidak bisa!" Ketus Rama seraya membalikkan badannya namun dari arah bersamaan nampaklah zahra dan Sinta sedang berjalan ke arah mereka.
Varrel yang yakin kalau yang berjalan itu istrinya pun segera menghampiri.
"Sayang kenapa kamu pergi ke kantor tidak bilang bilang kepadaku." protes Varrel laki laki itu sedikit kesal dengan tingkah laku zahra.
"Jangan dekat dekat kamu bau." Bukannya menjawab Zahra malah menghindar cepat, ia bahkan kini menutup rapat hidungnya rasa mual kembali mulai terasa.
"Sayang aku tidak bau, aku udah mandi 10 kali hari ini aku bahkan sudah memakai minyak wangi yang suruh" protes Varrel tidak terima.
"Bau sangat bau. badan kamu bau terasi." gerutu Zahra.
"Sayang, jangan menghukum ku seperti ini." rengek laki-laki mengatupkan telapak tangannya.
"Bhahahaha...." tawa Rama pun pecah bersama sinta juga ikut tertawa.
"Jangan tertawa." bentak Varrel kesal merasa di permalukan.
"Aku baru kalau kami bisa sebucin ini, padahal kamu sangat beku hati dan perasaan!" Ledek Rama.
"Rama akan ku potong lidahmu!"
"Bos, bos tau enggak kenapa ibu bos mencium aroma bau dari anda bos ...?" tanya Sinta yang di gelengkan kepala cepat oleh Varrel.
"Aku tidak bau." bantah Varrel.
"Iya aku tau memang tidak bau bos tidak tercium, tapi di hidung ibu bos badan badan itu bau." tutur Sinta . sedangkan Varrel langsung mengerutkan keningnya mencoba mencerna apa yang di katakan oleh adiknya barusan.
"Bagaimana kamu bisa tau?"
"Ya taulah, aku ini wanita!"
"Setiap wanita hamil pasti akan merasakan hal yang sama, di awal kehamilan itu pasti akan terjadi sesuatu yang janggal seperti kakak sekarang ibu bos mencium aroma bau di tubuh kak anda bos" Jelas Sinta lanjut. Beruntung Sinta pernah mendengar sedikit informasi tentang kehamilan sewaktu dia di Amerika dulu.
"Kenapa bisa seperti itu." kini pertanyaan itu di lontarkan oleh zahra, ya, wanita itu juga bingung dengan dirinya sendiri.
"Itu kerena ibu bos lagi hamil, orang hamil itu sangat sensitif kadang kadang moodnya naik kadang kadang juga turun. tapi ibu bos tidak perlu khawatir itu hal yang wajar setiap wanita pasti seperti itu. maka dari itu wanita hamil sangat butuh perhatian suami." Jelas Sinta lagi.
"Tapi kenapa aku juga merasa kesal saat melihat pak bos kalian ini?" Tanya zahra mulai memahami tentang dirinya sekarang.
"Bagus itu Bu bos, lebih baik di tendang aja pak bos." jawab Sinta seraya terkekeh kecil. sementara Varrel sudah menatap tajam ke arahnya.
"Sayang kemari ... " panggil zahra sudah mengepal tangannya,
"Sayang ..." Gumam Varrel menggelengkan kepala. sedangkan Sinta dan dan Rama kembali tertawa terbahak bahak melihat kelakuan suami istri ini.
"Bu bos cukup perutku sudah sangat sakit sekarang." Sinta mengangkat tangannya menyerah, wanita sudah kecapean karena sadari tadi terus ketawa.
"Begini ok, aku akan menjelaskan semuanya.
oke dengarkan aku baik baik sebelum aku selesai menjelaskan semuanya jangan ada yang potong," ucap Sinta.
"Setiap awal kehamilan itu di namakan trimester pertama. nah di trimester pertama itu bumil akan sangat sensitif, sensitif itu dipengaruhi oleh hormon. bisa jadi dari awal kehamilan sampai menjelang melahirkan bumil akan merasa sedih setiap saat ada hal-hal kecil saja pasti akan membuat bumil menangis. Dan di trimester pertama itu bumil biasanya akan menjauh dari pasangannya atau suaminya, mereka seperti merasa kesal, mencium aroma bau, suka marah marah, mual mual, cerewet dan banyak maunya dan satu lagu bumil itu sangat suka yang masam masam." Sambung Sinta panjang lebar.
"Ooooo...." Zahra mangut mangut dia sudah mengerti sekarang.
"Tapi kenapa cuma aku yang di bilang bau kalian enggak?" tanya Varrel.
"Sekarang aku tanya balik, yang nyetak siapa?" tanya balik Sinta.
"Aku lah." jawab Varrel penuh bangga.
"Terus, masak Bu bos ngambeknya sama kak orang Rama, emang pak Bos mau anak pak bos mirip Rama." gerutu Sinta. dengan cepat Varrel menggelengkan kepalanya.
"Ogah, aku enggak mau anakku mirip dia, amit-amit!" Sela Varrel cepat sembari melototi sang empunya nama.
"Enak aja, emang aku jelek. Gini-gini Oppa-Oppa Korea kalah saing sama aku!" Protes Rama.
"Ya, Oppa-Oppa Korea dari Hongkong kalah sama kamu!" Tukas Varrel.
"Yeeeee"
"Eh, bos kita kita ada jadwal pergi ke pulau s hari ini. Ada pertemuan penting," ucap Sinta
"Oh ya, cepat siapakah semuanya!" tintah Varrel yang juga baru teringat.
"Siap!"
"Mas aku ikut!" Kata zahra
"Aku juga!"
"Tidak, sayang kami lagi hamil gak boleh itutan!" Tolak, Varrel.
"Gak, mau pokonya mau ikut!"
"Hm , baiklah!" Kalau sudah a tidak bisa di bilang B.
**
Pantai s
Adalah pulau yang paling di idamkan semua orang untuk berlibur atau wisata bagi para turis dibelahan dunia, tempatnya yang sejuk dan banyak dipenuhi bunga-bunga mekar Indan dan lagi warna air laut biru muda membuat semua orang memimpikan ingin kesana walau hanya melewati saja.
Zahra, Varrel, Sinta, dan Rama.
Mereka baru saja menginjak kaki mereka disana.
"Sayang apa aku masih bau." tanya Varrel. Yang kini dalam perjalan menuju hotel. ya, kini mereka semua dalam perjalan hotel guna untuk beristirahat, sebenarnya mereka semua masih ingin.
"Iya kamu masih bau." jawab zahra yang sadari tadi dari awal perjalanan bumil terus saja memakai masker.
Varrel menghela nafas kasarnya."Empat bulan selama empat bulan aku harus menjauh dari istriku sendiri, kalau aku sih sanggup tapi pistol ku dia pasti tidak sanggup." guma Varrel pada dirinya sendiri.
"Sayang aku ada ide." tutur zahra seraya mengeluarkan sesuatu dari tangannya.
Bersambung ....