Selamat tinggal rumahku. Kaulah yang selama ini menemani kesendirianku. Aku tahu kau tidak dapat berbicara. Namun aku yakin kau selalu mendengarkan dan menyaksikanku. Di dunia gelap ini, hanya kau yang menawarkan kehangatan padaku, meski tidak dapat aku rasakan dengan hatiku. Rasanya sangat berat bagi kakiku untuk menginjak pedal gas, meninggalkan rumah yang aku sayangi. Namun ini harus aku lakukan. Padahal aku yang mengatakan pada Dasha bahwa kenyataan tidak selamanya menyenangkan. Kenapa sekarang aku merasa tidak dapat menerima kenyataan? Ya, aku mengakui bahwa aku hanya terus berusaha terlihat kuat dan bijak di depan Dasha. Namun sesungguhnya, sebagai manusia, aku memiliki sisi lunak di dalam hatiku. Aku pun bisa menjadi sangat lelah menghadapi hidup ini. “Adam,” Mataku mengerjap. Ak

