Perjalanan

1679 Kata

Aku menghela lagi. Mungkin Dasha merasa bingung sekarang melihatku tertawa atas pertanyaannya. Namun jika ia cukup waras, seharusnya ia mengerti mengapa aku melakukan ini. Di depan jalan, aku melihat cahaya lampu putih. Itu adalah area istirahat khusus pengguna jalan TOL yang tergabung dengan POM bensin. Aku melajukan mobilku dan masuk ke sana. Seperti yang seharusnya, tempat itu sangat sepi. Hanya terlihat dua mobil van tua yang sepertinya adalah milik orang yang bekerja di mini market dan ada sebuah truk juga yang terparkir di tempat khusus truk. “Daripada bertanya padaku, bagaimana jika aku yang bertanya balik kepadamu? Apakah kau merasa memiliki simpati dan kemanusiaan?” Tanyaku seraya menarik rem tangan mobil ketika sudah memarkir mobilku di lahan parkir tidak jauh dari mini market.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN