Aku tertawa kecil. Dasar bocah. Mereka pikir aku takut pada mereka? Silahkan bermimpi! “Sebaiknya kembalikan dia padaku sebelum aku memberikan warna hitam pada mata kalian.” Ucapku dengan menatap tajam pada pria yang sedang menantangku. “Haha.. Sikapmu yang sok jagoan itu membuatku merasa kesal, kau tahu? Tadinya aku hanya ingin bercanda. Tapi sepertinya kau ingin pamer pada gadis itu bahwa kau adalah pria hebat, ya?” Sahut pria itu. Aku mendecak, “Waktuku tidak banyak untuk meladenimu.” Ucapku dengan melangkah ke depan hingga pundakku mendorongnya. “SIALAN!” Pria itu langsung menarik pundakku ke belakang. “Kau ingin mati?” Aku segera menepis tangannya dengan kasar dan terus berjalan ke depan. “Singkirkan tanganmu darinya,” Aku tidak mempedulikan pria di belakangku yang sedang mengome

