Aku menarik rem tangan mobilku. Ini adalah area pemberhentian terakhir sebelum kami tiba di kota Denim. Kelihatannya kami benar akan sampai di sana pada hari ke tiga. Itu karena aku benar-benar memanfaatkan waktu dalam perjalanan. Hari sudah malam dan ini akan menjadi hari terakhir kami bermalam di jalan. Ya, aku harap begitu. Hatiku terasa sakit setiap kali aku melihat indikator bahan bakar yang memberikan informasi bahwa mobilku sudah hampir kehabisan bensin. Aku benar-benar tidak memiliki uang lagi untuk membeli bensin. Setiap kali memikirkan uang, rasanya aku ingin membenturkan kepalaku ke dinding. Aku harus menjual salah satu senjata yang aku sayangi begitu tiba di Kota Denim. Dengan begitu, setidaknya aku bisa mengisi bahan bakarku yang sekarat dan membeli makanan sebelum mencari ua

