“Aku sudah mengatakan untuk tidak mempedulikan itu, Adam. Aku tahu kau sekarang sedang kesulitan dan aku merasa senang bisa membantumu. Soal semua biaya, kau bisa membayarnya nanti jika kau sudah memiliki uang. Aku tidak bermaksud membahas masa lalu. Namun kau pantas mendapatkan pertolonganku karena kau selalu menolongku dahulu. Aku harap kau masih mengingat itu,” Aku terdiam. Itu benar. Aku pun masih mengingat bahwa aku dulu sering membantu Vera. Saat itu, ia berada dalam kondisi ekonomi yang cukup buruk. Lokasi rumahnya dengan sekolah kami cukup jauh namun ia tidak memiliki uang untuk menumpang bus. Saat itu, aku selalu mengantar dan menjemputnya sekolah karena kebetulan aku mengendarai motor ke sekolah. Aku juga sering meminjamkan buku cetak dan berbagai kamus penting yang tidak dapat

