“Ouch! Maaf! Aku benar-benar minta maaf,” Ucap Benjamin langsung dengan menatapku sungkan. “Apa kau tidak apa-apa?” Aku menggeleng, “Tidak apa, Ben.” “Aku akan membereskan ini.” Benjamin segera berjongkok untuk memunguti piring dan makanan yang berserakan di lantai. “Sebaiknya kau meminta pesanan milik meja nomor 4 ulang. Aku akan membereskan ini.” Ucapku. Benjamin mengangguk, “Baiklah. Aku juga akan mengambil kain pel ke sini.” “Trimakasih,” Ucapku. Dengan berpura-pura menarik napas panjang seakan sedang merasa kesal, aku berjongkok untuk membereskan kekacauan di lantai. Perlahan, aku menoleh ke samping untuk mendapati tiga pria dengan pakaian hitam itu sedang menatapku. Aku tersenyum sungkan pada mereka, “Maafkan kami atas keributan ini. Aku menyesal sudah membuat kalian terganggu

