Haruskah aku merasa tersentuh akan itu? Kedua mata sebesar bulan dengan warna biru kehijauan berkilau menatapku. Dasha kembali meminta aku mengajarkannya memasak agar ia bisa memasak untukku. Apakah aku harus menunggunya berkata bahwa aku adalah pahlawannya lagi? Tidak. Sesungguhnya, aku tidak memiliki waktu untuk ini dan ada hal yang jauh lebih penting daripada perasaan terbang melayang di atas awan-awan hanya karena kepolosan gadis di depanku ini. “Eum, Dasha.. Tentu saja aku akan mengajarkanmu memasak. Namun, kelihatannya aku tidak bisa melakukannya hari ini. Sebaiknya kau mandi agar kita bisa segera makan malam.” Ucapku dengan mengambil satu langkah mundur untuk memperlebar jarak di antara kami. “Kenapa?” Dasha menatapku polos. “Sebenarnya ada sebuah hal cukup penting yang ingin a

