“H-hei..” Sial.. kenapa suara yang keluar dari tenggorokanku malah serak seperti ini? Bisa-bisa Dasha menyadari bahwa aku sedang merasa panas akibat dirinya. “Aku sudah selesai..” Ucap gadis itu tiba-tiba dengan nada gembira. Aku bisa merasakan ia sedang menempelkan perekat untuk perbannya. “Apa yang ingin kau katakan?” tanyanya dengan mengintip wajahku dari samping. Sungguh, itu membuatku terkejut hingga aku harus memalingkan wajahku ke arah lain agar ia tidak menyadari wajahku yang mungkin sedang memerah. “Lu.. lupakan,” Sahutku seraya berdehem. “Hem.. Baiklah,” Jawab Dasha dengan menarik kepalanya lagi ke belakang punggungku. “Terima kasih sudah merawat lukaku. Kau bisa tidur sekarang. Aku akan mengambilkanmu bantal,” Ucapku, segera beranjak berdiri. Namun pergerakanku terhenti bahk

