petaka kedua

1097 Kata

"Papa sakit, Aa belum bisa ke sana dulu, ya. Kamu yang sabar, ya, sayang." "Astagfirullah, sakit apa, Aa? Iya Asti sabar menunggu Aa datang." " Serangan jantung ringan, kok. Hanya butuh perawatan, nanti juga Papa, sehat lagi." "Iya, sudah, Aa. Salam buat Papa. Jangan lupa makan." "Iya, Asti." Setelah menutup telepon dari Bayu, Asti memberitahukan pada sang ibu kalau besannya sedang sakit di rumah sakit. "Bu, boleh Asti menjenguk Papa?" "Nggak usah, Ti. Kamu diam saja di sini, jangan ke sana-sana lagi. Ingat, kamu itu diperlakukan nggak baik di sana." Asti menghela napas panjang, bagaimana bisa dia tetap di rumah mendengar ayah mertuanya sakit. Namun, ibunya tidak mengizinkannya pergi. Kini, ia hanya bisa pasrah menghadapi semua yang sedang terjadi. Asti kembali menatap layar pon

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN